Suarabanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Pimpinan DPRD Bojonegoro, Jawa Timur melakukan inspeksi mendadak (sidak) pembangunan jalan beton di lima titik jalan, Rabu (6/7/2023) kemarin. Wakil rakyat menemukan proyek jalan beton senilai Rp 6,3 miliar sudah retak padahal baru seminggu dibangun.
Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Prianto mengatakan, saat pengecekan di sejumlah titik pembangunan jalan beton ada pekerjaan yang tak sesuai spesifikasi.
“Padahal lima titik jalan cor beton tersebut menelan anggaran miliaran rupiah,” kata Sukur dikutip dari SuaraBanyuurip Tv.
Misalnya, kata dia, jalan yang tak sesuai spesifikasi ditemukan di Jalan Mangga Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro senilai Rp 4,4 miliar yang ternyata bantalan betonnya kurang dari 15 sentimeter (cm). Jalan lainnya saat dicek yakni di Desa Ngraseh, Kecamatan Dander yang nilainya Rp 6,3 miliar kini sudah retak-retak.
“Padahal beru berusia seminggu. Jalan lainnya yang dicek Jalan Lisma Rp 1,9 miliar, Jalan Lettu Suyitno Rp 5,9 miliar, dan Jalan Jatiblimbing, Kecamatan Dander hingga Sukosewu senilai Rp 19.8 miliar,” kata politisi Partai Demokrat itu.
Kabid Jalan Dinas Pekerjaan Umum Binamarga dan Penataan Ruang Kabupaten Bojonegoro, Radityo Bismoko mengatakan, akan melakukan evaluasi dan menindaklanjuti temuan proyek jalan yang tak sesuai spesifikasi oleh pimpinan DPRD Bojonegoro.
“Kalau ada yang perlu diperbaiki ya diperbaiki dan jika dibongkar ya dibongkar. Dan ini akan kami tindaklanjuti, akan kami sampaikan ke temen-temen pelaksana maupun pengawas,” katanya.(jk)





