Suarabanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Kirab Pusaka Ki Andong Sari ke 241 di Kelurahan Ledok Kulon, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur kembali digelar, Senin (17/7/2023). Agenda tahunan ini bertujuan untuk melestarikan warisan budaya kepada generasi.
Ada tujuh pusaka Ki Andong Sari yang di kirab. Kirab diiringi beragam seni budaya. Dengan berpakaikan adat Jawa, mereka berjalan mengelilingi kampung.
Ketua Panitia Kirab Pusaka Ki Andong Sari Hari Susanto mengatakan, Kirab Pusaka Ki Andong Sari bertujuan untuk melestarikan warisan budaya dan mengenang jasa para leluhur. Terutama dalam mengikuti ketauladanan Ki Andong Sari.
“Sebab, Ki Andong Sari merupakan tokoh asal Ledok Kulon yang jasanya dikenang masyarakat hingga kini,” katanya.
Sehingga kirab Pusaka Ki Andong Sari ini sebagai bentuk pengingat untuk melestarikan budaya yang diwariskan. Pusaka yang dikirab dibawa untuk mengelilingi jalan Kelurahan Ledok Kulon dan singgah sebentar di Kelurahan Ledok Wetan.

Gunungan tahu dalam Kirab Pusaka Ki Andong Sari semakian menguatkan bahwa kelurahan tersebut merupakan produsen tahu terbesar di Bojonegoro.
© 2023 suarabanyuurip.com/Joko Kuncoro
Dia mengatakan, harusnya Haul ke-241 digelar pada Selasa Kliwon penanggalan Jawa atau hari meninggalnya Mbah Andong Sari. Namun, bulan ini tidak ada Selasa Kliwon dan akhirnya disepakati warg pada Senin (17/7/2023) ini.
“Untuk agendanya sama seperti tahun sebelumnya yakni tahtimul Qur’an, jamasan pusaka, kirab pusaka, tahlil, pengajian, dan sedekah bumi,” ungkap Hari Susanto.
Camat Bojonegoro, Mochlisin Andi Irawan mengatakan, Haul ke-241 Ki Andong Sari biasanya dilaksanakan pada penanggalan Sura yaitu Selasa Kliwon. Namun di tahun ini, di penanggalan Sura tidak ada Selasa Kliwon sehingga diajukan berdasarkan musyawarah bersama.
“Patut kita bangga di Kelurahan Ledok ada satu Ulama Besar Mbah Ki Andong Sari. Beliau menjadi kiblat dalam mengembangkan pembangunan Bojonegoro,” katanya.
Dia menambahkan, kirab Pusaka Ki Andong Sari ini harus dilestarikan dan diuri-uri tiap tahunnya agar tidak tergerus zaman.
“Agar anak cucu kita nanti bisa terus meneladani Ki Andong Sari, dan sebagai pengingat generasi mendatang,” katanya.(jk)




