Suarabanyuurip.com – Arifin Jauhari
Jakarta – Dalam rangka mendukung penurunan emisi karbon, Deputi Dukungan Bisnis Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), Rudi Satwiko menyampaikan, bahwa industri hulu migas telah melakukan sejumlah langkah.
“Beberapa langkah yang telah dilakukan oleh SKK Migas dalam menurunkan emisi karbon antara lain pilot project teknologi Huff and Puff dan inisiasi teknologi CCS-CCUS,” kata Rudi Satwiko dalam keterangan persnya di kantor SKK Migas Jakarta, diikuti SuaraBanyuurip.com secara daring, dikutip Sabtu (21/07/2023).
Selain itu, kata Rudi, pihaknya juga menerapkan manajemen penggunaan energi, pengurangan fugitive emission, zero routine flaring, formulasi kebijakan, dan kegiatan penghijauan. Berkenaan dengan penghijauan yang disebutkan, hingga semester I 2023, industri hulu migas telah menanam 446 ribu pohon.
“Ini akan terus kami lakukan bersama KKKS dan melibatkan stakeholder di wilayah operasi dan diakhir tahun kita harapkan mencapai lebih dari 2 juta pohon yang akan ditanam,” ujar Rudi.
Sementara Sekretaris SKK Migas, Shinta Damayanti menambahkan, bahwa dalam waktu dekat SKK Migas akan melangsungkan kegiatan “one two trees” yang maknanya one employee two trees dimana setiap pekerja industri hulu migas akan melakukan penanaman 2 pohon.
“Ini sebagai bentuk kepedulian dan dukungan industri hulu migas dalam rangka Low Carbon Initiative,” tambah Shinta.(fin)





