Tren Baru di Bojonegoro, Suami Ceraikan Istri Karena Merasa Tak Dihargai

Suami ceraikan istri
Panitera Pengadilan Agama Bojonegoro, Sholikin Jamik.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Sebanyak 526 suami di Bojonegoro, Jawa Timur memilih menceraikan istrinya. Para suami beralasan karena sering tak dihargai dari segi ekonomi dan sang istri lebih mementingkan keinginan daripada kebutuhan.

Ketua Panitera Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Bojonegoro Sholikin Jamik mengatakan, kasus perceraian terjadi karena adanya pertengkaran sehingga memicu perceraian.

“Saat ini suami menceraikan istrinya menjadi tren baru,” kata Sholikin Jamik, Kamis (3/8/2023).

Dia mengatakan, para suami rata-rata beralasan sudah tidak tahan lagi dengan sikap istrinya yang selalu membandingkan dengan pasangan lain. Apalagi sang istri selalu menuntut untuk dipenuhi keinginan terkait hal-hal yang tidak penting.

Sholikin menjelaskan, istri kebanyakan tidak bersyukur atas pemberian nafkah dari suami yang dinilainya selalu kurang untuk memenuhi keinginannya. Padahal, pasangan suami istri atau keluarga harusnya lebih mementingkan kebutuhan hidup bukan sebaliknya.

“Jadi itu yang menyebabkan 526 suami di Bojonegoro menceraikan istrinya. Yakni karena tak dihargai dari sisi pendapatan dan selalu membandingkan dengan pasangan lain,” katanya.

Baca Juga :   Gegara Main Judi, 198 Istri Gugat Cerai Suami

Sholikin menambahkan semua orang pasti tidak suka dibandingkan dengan orang lain karena setiap orang memiliki kelebihan masing-masing. Jika hal ini terjadi dalam keluarga pasti akan memicu pertengkaran.

“Padahal membangun keluarga harus berdasarkan realita yang dihadapi. Terutama lebih mementingkan kebutuhan,” katanya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *