SuaraBanyuurip.com – Teguh Budi Utomo
Tuban – Rombongan pengurus DPP PKB melakukan ziarah ke makam Sunan Bonang, di Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban (Kota), Kabupaten Tuban, Jatim, Sabtu (9/09/2023).
Para petinggi partai besutan mendiang Presiden KH Abdurrahman Wahid itu, mendoakan Cawapres Abdul Muhaimin Iskandar agar terpilih dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024 mendatang. Mereka bersimpuh khusuk berdoa di makam salah satu dari sembilan wali yang terlahir dengan nama Makdum Ibrahim tersebut.
Mereka yang hadir dalam prosesi tersebut, diantaranya, Sekjend DPP PKB : HM Hasanuddin Wachid, Menteri Desa dan Daerah Tertinggal Halim Iskandar, Menaker Ida Fauziyah, Wakil Ketua MPR RI H Jazilul Fawaid, Ketua Fraksi PKB DPR RI H Cucun Ahmad Syamsurijal, Anggota Fraksi PKB DPR RI, DPRD Prov,i si Jatim, DPRD Kabupaten. Termasuk pula jajaran pengurus DPC PKB Tuban, PCNU Tuban, Pengurus Yayasan Mabarot Sunang Bonang, Muslimat NU, Fatayat NU, DPC Perempuan Bangsa, Ansor, IPNU – IPPNU, PMII, dan jajaran IKA – PMII Tuban.
Menaker Ida Fauziah, menapak tilas perjuangan siar dari wali Sunan Bonang, mengingat sejarahnya untuk dijadikan tauladan masyarakat. Sampai meninggal pun masih membawa keberkahan kepada masyarakat sekitar.
“Pembagian sembako dan pengobatan gratis ini atas inisiatif dari Ketua Umum DPP PKB, semoga membawa keberkahan kepada warga sekitar,” kata Ida Fauziah sebelum pembagian paket sembako dan pengobatan gratis yang pusatkan di sisi barat Alun-alun Kota Tuban itu.
Sayangnya Cawapres yang berpasangan dengan Capres Anies Baswedan itu, tak hadir dalam Tour de Wali Songo di Bumi Ranggalawe. “Gus Muhaimin belum bisa hadir dalam kegiatan di Tuban, karena ada kegiatan lain yang tak bisa ditunda,” kata Cucun Ahmad Syamsurijal saat dikonfirmasi jurnalis di komplek makam wali yang dikenal dengan Suluk Wujil, yang diantaranya berisi, tentang hakikat dan ajaran agama paling dalam itu.
Pada perjalanan touring sembilan wali di tanah Jawa ini, urai Menaker Ida Fauziah, sesampai di wilayah Jatim pertama kali berziarah di makam Sunan Bonang. Pelajaran paling penting dalam kegiatan beraroma religi itu adalah belajar dari Waliyullah.
“Sudah ratusan tahun wafat tetapi masih mbarokahi (memberi berkah) untuk pedagang kecil semacam UMKM, kita yang masih hidup harus lebih mbarokahi lingkungan kita,” terang alumni IAIN Sunan Ampel Surabaya itu menunjuk deretan ratusan UMKM di dekat Masjid Agung Tuban tersebut.
Sedangkan Cucun Ahmad Syamsurijal menambahkan, selama perjalanan tour di makam para wali membagikan bingkisan (Sembako) kepada warga yang berhak menerima. “Setiap titik sekitar lima ratus bingkisan kami salurkan kepada warga kurang mampu.”
Rombongan dari Jakarta ini, akan finis di makam Sunan Ampel Surabaya. (tbu)





