Bersama Lestari, Pertamina EP Sukowati Bantu Atasi Persoalan Pupuk di Bojonegoro

Tiga poktan dari Desa Bakalan, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, saat belajar bersama pembuatan pupuk kompos dengan Poktan Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Tuban – Operator lapangan minyak dan gas bumi (migas) Blok Tuban, PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Sukowati Field, menggandeng Lestari Muda Indonesia dalam program peningkatan kualitas kelompok tani (poktan) Desa Bakalan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim).

Organisasi non pemerintah (Ornop) ini mendampingi petani dalam mengatasi persoalan pupuk dengan menggelar pembelajaran kolaboratif mengambil tema “Berani Bertani”. Dalam kegiatan ini, Poktan dari Desa Bakalan berkunjung ke Poktan Rahayu di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jatim, Selasa (19/09/2023).

Tak hanya poktan, Kepala Desa Bakalan, Listiyono terjun langsung turut serta dalam agenda tersebut, untuk mendampingi tiga poktan dari desa yang dia pimpin. Yaitu, Poktan Sumberagung, Poktan Sido Rukun, dan Poktan Rukun Tani.

“Saya yakin Petani Desa Bakalan semangat mengikuti program, terlebih program ini mampu menjawab persoalan petani,” ujar Listiyono.

Ketua Poktan Rukun Tani, Sumarji mengaku, senang mengikuti pembelajaran kolaboratif, karena masalah utama mengenai kelangkaan dan harga pupuk yang semakin naik mampu terselesaikan.

Baca Juga :   Curi Burung, Pemuda Babak Belur Dihajar Warga

“Kami senang bisa praktek langsung, harapannya Lestari Muda Indonesia bisa segera mengadakan praktek lagi secara mandiri di Desa Bakalan,” ucap dia.

Sementara pelaksana program pembelajaran kolaboratif dari Non Government Organization (NGO) Lestari Muda Indonesia, Farhan Ulil menyebutkan, pihaknya memang sengaja melibatkan Poktan Desa Rahayu, Kecamatan Soko sebagai tempat kerjasama pembelajaran pertanian. Sebab Poktan Rahayu adalah sesama kelompok dampingan.

“Maka harapannya sesama poktan mampu bertukar pikiran dan bersama-sama dalam memecahkan masalah pertanian, agar petani kembali berani bertani, sesuai tema kegiatan hari ini,” bebernya.

Setelah menyerap keilmuan dan melakukan praktek sedemikian rupa, tiga Poktan Desa Bakalan membawa sebanyak 6 kwintal dari hasil pembuatan kompos.

Terpisah, Manager PEP Sukowati, Totok Parafianto mengatakan, bahwa kegiatan itu menunjukkan komitmen kuat PEP Sukowati untuk turut memecahkan permasalahan sosial dengan inovasi, khususnya di bidang pertanian. Pihaknya merasa bangga karena program itu menunjukkan sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, khususnya pada lingkup pemerintah desa.

Saat ini sedang terjadi kelangkaan pupuk di depan mata, yang mana bagi petani hal ini menyebabkan seringkali gagal panen. Oleh karena itu menurut Totok, sapaan akrabnya, harus terus ada inovasi dalam mewujudkan kemandirian pupuk, tetapi melalui pemanfaatan potensi sumber daya lokal yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga :   Polisi Bekuk Empat Penjudi Domino

Dengan adanya sinergi antar Poktan dari Desa Bakalan, Bojonegoro dan Poktan di Desa Rahayu, Tuban, diharapkan mampu memberikan pengetahuan dan manfaat yang besar bagi kedua kelompok tani.

“Semoga dengan program ini tidak hanya petani lebih sejahtera dengan hasil panen yang meningkat, namun juga kualitas lingkungan membaik dengan adanya pupuk organik,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *