Pertamina EP Cepu Zona 12 dan Ademos Tanam 1.000 Pohon di SMPN 1 Ngasem 

Siswa siswi SMPN 1 Ngasem saat tanam pohon di lingkungan sekolahan program Pertamina EP Cepu Zona 12 bersama Ademos.

SuaraBanyuurip.com – Sami’an Sasongko

Bojonegoro – Pengelola proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB), Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 JTB melalui mitranya Asosiasi Untuk Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Ademos) melaksanakan program berbasis lingkungan bernama program pengurangan jejak emisi karbon.

Melalui berbagai proses dan tahapan program yang menyasar tiga sekolah sebagai mitra inovasi ini telah membuat perencanaan penanaman 1000 bibit pohon dari berbagai varietas dan telah dilaksanakan simbolis penanaman 1000 bibit pohon di SMPN 1 Ngasem, Kebupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Praktik lain yang dilakukan bersama para siswa sekolah ditengah isu kekeringan ekstrem dan krisis air bersih adalah dengan model penanaman hemat air dengan skema pembuatan infused water. Para siswa menanam bibit asuh mereka dan memanfaatkan botol bekas sebagai sistem irigasi tetes, sistem ini dilakukan karena media penyiraman akan meneteskan dengan skala kecil namun rutin, sehingga dapat langsung terserap kedalam akar dan menjaga kelembaban tanah.

“Ikhtiar kami menanam pohon ditengah kekeringan ini adalah memanfaatkan lahan seluas 1 hektar menjadi rintisan hutan sekolah juga melakukan skema penyiraman dengan memanfaatkan limbah plastik dari sekolah,” kata Kepala Sekolah SMPN 1 Ngasem, Endro, dalam surat elektronik yang diterima SuaraBanyuurip.com, Selasa (03/10/2023).

Baca Juga :   Warga Sendangharjo Temukan Batu Mirip Batu Meteorit Seberat 40 Kg

Pihaknya juga mengatakan, hutan sekolah ini akan menjadi sarana serapan emisi karbon dan ruang belajar siswa tentang lingkungan hidup.

Pertamina EP Cepu bersama Ademos Indonesia dan Kepala Sekolah SMPN 1 Ngasem serta terkait foto bersama usai tanam pohon.

Dalam kesempatan yang sama, Field Manager JTB, Agung Prabowo mengatakan, penanaman Pohon adalah bentuk kontribusi PEPC terhadap dampak perubahan iklim, sehingga pohon yang ditanam akan menjadi sarana serapan jejak emisi karbon.

Berharap pohon yang ditanam di sekolah ini juga menjadi sarana belajar siswa sehingga terbentuk karakter yang peduli terhadap lingkungan.

“Kita percaya pohon yang kita tanam ini tentu menjadi warisan, akan berdampak baik pada kita dan generasi kedepan,” ujarnya.

Mitigasi perubahan iklim adalah sebuah usaha yang harus dikerjakan bersama-sama oleh berbagai pihak karena dampaknya dirasakan oleh semua makhluk hidup. Hal tersebut juga ditegaskan oleh Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Zamron.

“Semoga bisa bersama-sama melakukan kolaborasi yang baik ini untuk lingkungan kita tercinta. Kami mendukung model kreatif dan efektif dalam monitoring penyiraman yang dilakukan oleh teman-teman,” katanya.

“Semoga aksi penanaman yang kita lakukan ini dapat menjaga kelestarian lingkungan dan mampu menyerap emisi karbon dengan optimal di masa depan,” tutup Sekretaris Ademos, A Shodiqurrosyad.

Baca Juga :   Unigoro Gelar Robotic Challenge 2026 Tingkat SMA Se Karisidenan Bojonegoro

Sebagai informasi, kegiatan seremonial penanaman pohon ini dihadiri oleh unsur Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Yakni perwakilan Dinas Pendidikan, Camat Ngasem, Kepala Desa Ngadiluwih, PT Pertamina EP Cepu Zona 12 JTB, Ademos, Komite sekolah, Kepala Sekolah dan Komite Imbal Jasa Pengurangan Jejak Emisi Karbon, 32 guru dan 700 siswa SMPN 1 Ngasem.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *