SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Tuban – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pengupasan rajungan di Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Jawa Timur masih terkendala pemasaran. Pelaku usaha belum mampu menjual daging ranjungan secara mandiri, melainkan melalui pihak ketiga. Problema ini menjadi perhatian Teguh Haryono, Calon legislatif (Caleg) DPR-RI PDI Perjuangan dari Dapil IX Bojonegoro dan Tuban, untuk mencarikan solusi agar pelaku usaha rajungan lebih mandiri dalam penjualan sehingga dapat meningkatkan penghasilannya.
Hasil laut yang cukup melimpah di Kabupaten Tuban khususnya rajungan menjadi komoditi yang sangat diminati di luar negeri khususnya Amerika Serikat. Pengekspor daging rajungan saat ini adalah PT. Bahari Mulia Utama.
Eko Pujihartono, pemilik UMKM pengupasan rajungan di Kecamatan Banjar menyampaikan, usaha ini telah berdiri tiga tahun lalu, dan mampu mempekerjakan karyawan sebanyak 18 orang.
Dalam sehari, lanjut Eko, usaha ini bisa memproduksi rajungan mentah samapi 1, 5 kwintal, dan menghasilkan daging 40 – 50 Kg. Harga daging rajungan bersih perkilogramnya mencapai Rp. 330.000.
“Kalau saat ini hasil kami ini di beli olah pabrik, kemudian diekspor,” kata Eko saat berbincang-bincang dengan Teguh Haryono atau akrab disapa Mas Teguh.
Eko menjelaskan proses pengolahan daging rajungan ini tergolong sangat sederhana. Alat yang digunakan masih manual. Prosesnya, rajungan direbus dulu kemudian dipisahkan antara cangkang dan daging dengan teliti.
Untuk saat ini kendala yang sering dihadapi oleh usaha ini adalah ketersediaan bahan baku, karena nelayan langsung menangkap rajungan di laut.
“Belum ada pembudidayaan, jadi bahan baku murni dari tangkapan nelayan,” tutur Eko.
Pihaknya berharap ada solusi untuk mengatasi persoalan yang masih dihadapi oleh pelaku usaha rajunhan. Mulai dari bisa memasarkan sendiri tanpa tergantung pihak ketiga, peralatan dan adanya budidaya rajungan untuk mencukupi bahan baku.
“Kalau persoalan ini ditangani, kami berkeyakinan usaha ini dapat cepat berkembang pesat, dan kesejahteraan pelaku usaha meningkat,” tutur Eko.
Menanggapi hal itu, Teguh Haryono, Calon legislatif (Caleg) DPR-RI PDI Perjuangan dari Dapil IX Bojonegoro dan Tuban, telah menyiapkan sejumlah solusi bagi pelaku usaha rajungan untuk mengembangkan usahanya. Yakni menjadikan pengusaha rajungan lebih mandiri dalam penjualan tanpa harus melalui pihak ketiga. Caranya dengan membangun dan memperbanyak jejaring.
Dengan begitu, lanjut Mas Teguh, pelaku usaha mampu memasarkan daging rajungan secara mandiri sehingga keuntungan yang di dapat jauh lebih besar daripada harus melalui pihak ketiga.
Selain itu, menurut Mas Teguh, peralatan produksi dan budidaya rajungan dibutuhkan pelaku usaha. Dua hal ini menjadi kebutuhan yang terpisahkan untuk mendorong berkembangnya usaha rajungan. Sebab jika ada budidaya bahan baku tentu akan mudah tersedia, dan dukungan peralatan yang memadai menjadikan mereka bisa memproduksi lebih banyak lagi untuk memenuhi kebutuhan pasar.
“Ini sebuah peluang usaha yang punya prospek bagus, sehingga UMKM ini harus di dorong agar lebih mandiri dalam hal pemasaran, dukungan peralatan dan budidaya agar UMKM ini mampu menyerap tenaga kerja lokal lebih banyak lagi. Sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Tuban,” ujarnya.
Mas Teguh sangat mengapresiasi usaha rajunhan ini. Pria ramah ini berharap kedepannya banyak anak muda yang memiliki jiwa entrepreneur seperti Eko Pujihartono, sehingga bisa mengangkat perekonomian masyarakat sekitar.(red/adv)





