Fakultas Hukum Unigoro Gelar Pelatihan Hukum Dasar Energi, Migas dan Pertambangan

ANTUSIAS : Direktur Eksekutif PUSHEP, Bisman Bakhtiar, SH., MH., MM., saat memaparkan materi pelatihan hukum dasar energi, migas, dan pertambangan di Unigoro.
ANTUSIAS : Direktur Eksekutif PUSHEP, Bisman Bakhtiar, SH., MH., MM., saat memaparkan materi pelatihan hukum dasar energi, migas, dan pertambangan di Unigoro.

Suarabanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Fakultas Hukum Universitas Bojonegoro (Unigoro) menjalin kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dengan Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (PUSHEP).

Kolaborasi antar lembaga ini diawali dengan Pelatihan Dasar Hukum Energi, Migas, dan Pertambangan yang diikuti oleh mahasiswa semester lima dan tujuh prodi hukum Unigoro. Pelatihan tersebut berlangsung dari pagi hingga sore nanti di Gedung Mayor Sogo, Senin (08/01/2024).

Dekan Fakultas Hukum Unigoro, H. Didiek Wahju Indarta, SH., S.P-1., mengucapkan terima kasih atas kehadiran praktisi-praktisi hukum energi dan tambang yang akan berbagi ilmu dengan mahasiswa.

“Silakan diikuti acara pelatihan ini sampai selesai. Topik dan materi yang akan kita pelajari bersama-sama sangat menarik,” ucapnya.

Sementara Direktur Eksekutif PUSHEP, Bisman Bakhtiar, SH., MH., MM., memaparkan, lembaga yang dinaunginya berfokus pada kegiatan studi dan advokasi. Energi dan pertambangan adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia.

“Lambat laun, kebutuhan ahli hukum yang khusus menangani persoalan-persoalan hukum energi dan pertambangan juga semakin tinggi,” paparnya.

Baca Juga :   Teken MoU dengan Asia University di Taiwan, Unigoro Menuju Go Internasional

Dua hal itu problem hukumnya dinilai sangat luar biasa. Terlebih kekacauan di negara ini bermula dari permasalahan energi dan pertambangan. Contohnya tambang batu bara di Indonesia adalah terbesar nomor lima se dunia. Tetapi uang yang masuk ke negara hanya Rp 150 Triliun. Jika pengelolaan tambang benar, rakyat Indonesia akan sejahtera.

“Hal ini sama dengan yang terjadi di Bojonegoro yang memiliki industri migas. Jangan sampai mahasiswa Unigoro tidak tahu sistem regulasi migas,” ungkapnya.

Ada lima materi utama yang disampaikan dalam Pelatihan Dasar Hukum Energi, Migas, dan Pertambangan. Yakni pengantar hukum sumber daya alam (SDA), sistem hukum dan pengusahaan migas, sistem hukum dan pengusahaan pertambangan minerba, sistem hukum dan pengusahaan energi elektrifasi, serta diakhiri dengan diskusi dan analisis kasus.

Beberapa mahasiswa Fakultas Hukum Unigoro yang terpilih berkesempatan mengikuti program Main Community PUSHEP. Mereka akan dibekali oleh PUSHEP untuk mendapatkan sertifikasi, mengikuti pelatihan, serta bisa ikut mendampingi kasus-kasus energi dan pertambangan.(fin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *