Akhir Januari Jembatan Glendeng Bakal Bisa Dilewati

Proyek perbaikan Jembatan Glendeng di Desa Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur diperkirakan bakal rampung pada akhir bulan Januari 2024. (SuaraBanyuurip.com/ist)

SuaraBanyuurip.com – Paijan Sukmadikrama 

 

Tuban – Proyek perbaikan Jembatan Glendeng di Desa Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur diperkirakan bakal rampung pada akhir bulan Januari 2024. Saat ini progres pengerjaan fasilitas penghubung Kabupaten Bojonegoro dan Tuban yang melintang Sungai Bengawan Solo tersebut, sudah mencapai 92 persen.

Hal tersebut disampaikan Kabid Bina Marga Dinas PUPR PRKB Tuban, Basdi, sebagaimana rilis dari Media Centre Pemkab Tuban yang diterima SuaraBanyuurip.com, Rabu (10/01/2024).

Menurut Basdi, saat ini proses pengecoran struktur kerangka utama jembatan tengah dikerjakan, sehingga sudah lebih dari 80 persen. Kalau pengecoran selesai, progresnya sekitar 92 persen.

Sedangkan Hari, selaku Administrasi Teknik pada Pengerjaan Proyek Jembatan Glendeng mengamini pernyataan tersebut. Diperkirakan pengecoran akan selesai dalam waktu satu minggu.

“Memang, hari ini pengecoran konstruksi utama, dikerjakan secara bertahap,” ungkapnya saat ditemui di lokasi proyek.

Sebelumnya, sesuai jadwal pengerjaan, Jembatan Glendeng akan selesai pada akhir Desember 2023. Akan tetapi akibat kondisi tanah yang tidak stabil, dan debit air sungai yang meluap di musim hujan, diperlukan waktu lebih lama untuk penguatan pondasi di bagian bawah.

Baca Juga :   Minta Hujan, Ratusan Warga Tasikharjo Gelar Salat Istisqa

“Kondisi tanah yang tidak menentu memang mempengaruhi pengerjaan kita,” sebut Hari.

Pengecoran bawah tanah untuk penguatan konstruksi jembatan dilakukan dengan kedalaman 40 hingga 46 meter, ditambah dengan baja. Hal ini dilakukan agar konstruksi jembatan lebih kuat dan tahan getaran.

“Apalagi dengan kondisi tanah yang tidak menentu,” kata Hari.

Selanjutnya sisa pengerjaan pengurukan, dan pengembalian fungsi tanah, akan dilakukan setelah pengecoran. “Semoga tidak ada halangan, dan akhir Januari 2024 bisa digunakan kembali,” harapnya.

Sejumlah warga yang ditemui di sekitar lokasi proyek jembatan yang menelan anggaran APBD Tuban 2023 sebesar Rp20,8 miliar menyatakan, berharap agar proyek di jembatan sepanjang 310 meter itu segera selesai. Setelah jembatan resmi ditutup pada 3 Agustus 2023 silam, pengguna jalan dari wilayah Kecamatan Rengel, Plumpang, dan Kecamatan Soko, Tuban ke Bojonegoro harus memutar ke arah Ponco di wilayah Kecamatan Parengan.

“Dulu kabarnya perbaikan jembatan selesai pada bulan Desember 2023, tapi sampai sekarang belum rampung. Ini sangat merugikan kami,” kata Ridwan di samping Nur Ali pengguna jalan saat ditemui warung di kawasan Desa Simo.

Baca Juga :   Capai 87,4 Persen, Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 2 Ditarget Rampung Tahun Ini

Sedangkan seorang pedagang sayur keliling, Kamsini, menyatakan, senang melihat pembangunan jembatan yang hampir selesai. Warga Simo ini sudah lama menanti agar bisa melintasi jembatan tersebut.

“Alhamdulillah sudah mau selesai, jadi kalau mau ke Bojonegoro enggak usah mutar jauh,” ucap Kamsini semringah.

Ia berharap, pengerjaan akan segera selesai tanpa ada halangan. Sehingga semua warga dapat kembali mudah beraktivitas. (pay)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *