2 Pelajar SMP Tenggelam di Sungai Kerjo Ditemukan

Tim SAR Gabungan Kabupaten Bojonegoro saat mengevakuasi korban tenggelam di Sungai Kerjo turut Desa Nglumber, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

SuaraBanyuurip.com – Sami’an Sasongko

Bojonegoro – Dua pelajar sekolah menengah pertama (SMP) yang dilaporkan tenggelam saat berenang di Sungai Kerjo turut Desa Nglumber, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (20/1/2024) kemarin telah ditemukan oleh tim SAR Gabungan Kabupaten Bojonegoro.

Kedua korban tersebut ialah CHARLI (14) jenis kelamin laki-laki domisili di RT 04, RW 02, Dusun Nglumber, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, dan PUTRA (15) jenis kelamin laki-laki, berdomisili di RT 04, RW 02, Dusun Nglumber, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Korban Charli (14) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu 20 Januari 2024 sekitar pukul 16.00 WIB, dan korban Putra (15) ditemukan sekitar pukul 23.45 Wib dalam kondisi meninggal dunia.

“Korban sudah ditemukan semua, dan jenazah telah dibawa ke rumah duka masing-masing setelah diperiksa di puskesmas,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Ardhian Orianto, dalam keterangan resminya yang diterima SuaraBanyuurip.com, Minggu (21/01/2024).

Peristiwa tersebut terjadi bermula saat kedua korban bersama enam temannya berenang di Sungai Kerjo Sabtu kemarin sekitar pukul 14.00 Wib. Kondisi aliran sungai deras membuat Charli terseret arus.

Baca Juga :   Kakek 54 Tahun Dilaporkan Tenggelam di Sungai Bojonegoro

Melihat temannya terseret arus, Putra mencoba untuk menolongnya. Namun apes, saat berupaya menolong ia juga turut terseret arus sungai Kerjo dan akhirnya hilang.

Beberapa teman korban yang melihat kejadian tersebut lantas berlari dan meminta pertolongan warga. Kemudian informasi itu disampaikan kepada pemerintah desa dan diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro.

Ardhian mengimbau kepada orang tua untuk lebih ketat mengawasi anak-anaknya agar tidak bermain atau berenang di sungai terlebih saat musim hujan.

“Karena musim hujan seperti ini kondisi debit sungai tinggi dan aliran air pasti deras,” pungkasnya.

Unsur yang terlibat dalam pencarian yaitu BPBD Bojonegoro, TNI, Polri, Pemdes setempat, Masyarakat, dan terkait lainnya.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *