SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Bojonegoro, Jawa Timur, melakukan evakuasi korban tewas tersengat aliran listrik JTM (Jaringan Tegangan Menengah) turut Desa Wotan, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (28/01/2024).
Evakuasi dilaksanakan oleh Regu 3 dari Damkarmat Pos Kota terhadap jenazah korban, Kabul (50) yang terjebak di atas pohon jati.
Kepala Dinas Damkarmat Bojonegoro, Ahmad Gunawan menuturkan, pada mulanya korban membersihkan ranting kayu jati di depan rumahnya, Desa Wotan, Kecamatan Sumberrejo.
Ketika sedang melakukan pemotongan dahan dan ranting itu, tak dinyana ranting pohon yang dibersihkan Kabul mengenai kabel listrik JTM. Ranting pohon jati yang dalam keadaan basah tersebut lalu hendak ditarik, yang kemudian mengakibatkan korban tersengat aliran listrik hingga meninggal dunia.
Diperkirakan, kejadian terjadi sekitar pukul 08.45 pagi. Sedangkan laporan diterima oleh Damkarmat Bojonegoro sekitar pukul 09.38 WIB yang langsung bergegas menuju lokasi.
“Korban dapat dievakuasi dalam kondisi sudah meninggal dunia, kegiatan lancar dan aman hingga selesai pada pukul 10.40 WIB,” kata Ahmad Gunawan dalam keterangan tertulis yang diterima Suarabanyuurip.com.
Sebab keluarga korban tidak berkenan untuk dilakukan otopsi, maka kemudian diteruskan dengan prosesi pemakaman pria yang semasa hidup bermatapencaharian sebagai petani itu ke desa asal kelahirannya, yakni Desa Prayungan, Kecamatan Sumberrejo.
“Dalam evakuasi tadi, kami kerahkan 5 personel dan armada terdiri 1 Unit Fire Rescue dan 1 Unit Fire Comando Orange,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Desa Wotan, Anam Warsito mengatakan, selama ini warga Wotan sudah sangat sering melaporkan kepada PLN sebab adanya banyak tiang listrik yang miring dan kabelnya kendor sehingga menyentuh dahan pohon namun tidak ada perhatian dan penanganan di lapangan oleh PLN.
“Untuk kedepan saya selaku kepala desa berharap PLN selaku pemangku kewenangan dapat melakukan upaya agar tidak jatuh korban dengan sering melakukan perimbasan pohon secara rutin,” harapnya.
Terkait kejadian tersebut Suarabanyuurip.com masih berupaya konfirmasi ke pihak PLN Bojonegoro.(fin)





