Terapkan CCUS, Lapangan Migas Sukowati di Bojonegoro Injeksikan CO2 Perdana

Lapangan migas sukowati.
Lapangan migas Sukowati di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, telah mengimplementasikan teknologi CCUS.

SuaraBanyuurip.com – Pertamina EP telah mengImplementasi injeksi CO2-EOR dan Carbon Capture Storage (CCS)/Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS) di lapangan migas Sukowati, Blok Tuban yang berada di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Injeksi perdana CO2 ke Lapangan Sukowati menggunakan metode Huff & Puff yang dilakukan pada Kamis, 7 Pebrurai 2024 lalu.

Sebanyak 500 Ton CO2 diinjeksikan ke sumur Sukowati-18 (SKW-18) selama 7 hari. Penerapan teknologi CCUS ini diharapkan meningkatkan produksi lapangan melalui penerapan CO2 EOR.

Capaian CCUS di Lapangan Sukowati ini merupakan hasil studi bersama antara Pertamina, Japan Organization for Metals and Energy Security (JOGMEC) dan Japan Petroleum Exploration Company Limited (JAPEX). Hal ini merupakan tindak lanjut dari Joint Study Agreement para pihak yang ditandatangani pada Juli 2023 lalu.

Injeksi CO2 yang dilaksanakan di lapangan migas Sukowati ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengejar target produksi minyak 1 juta barel pada tahun 2030, serta mengurangi emisi hingga tercipta Net Zero Emission pada tahun 2060 atau lebih cepat.

Sebelum di lapangan migas Sukowati, PT Pertamina (Persero), sebagai salah satu kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) plat merah sukses melakukan penyuntikan perdana CO2 di Lapangan Jatibarang.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji mengatakan bahwa Metode huff & puff ini memberikan konfirmasi dan validasi mengenai teknologi EOR secara spesifik dalam skala sumuran, sehingga selanjutnya diharapkan dapat juga diterapkan di lapangan migas lainnya yang sedang aktif melakukan kegiatan studi CO2-EOR.

Baca Juga :   Mobilisasi Alat PT Elnusa di Lapangan Migas Sukowati Dicegat Warga Ngampel

Ia mengapresiasi injeksi CO2 yang dilakukan oleh Pertamina di lapangan migas Sukowati, dan berharap dapat berjalan dengan baik dan bisa menjadi pembelajaran bagi pengembangan CCS/CCUS di Indonesia.

“Teknologi CCUS menjadi enabler yang mampu meningkatkan produksi migas melalui CO2-EOR sekaligus mengurangi emisi GRK secara signifikan. Lapangan Sukowati akan jadi contoh di masa depan dengan kapasitas CO2 yang besar. Kita berharap pelaksanaan CCUS di Sukowati bisa berhasil dan dapat menjadi pembelajaran pengembangan CCUS di lapangan lainnya,” jelas Tutuka dalam keterangan resminya.

Injeksi CO2 migas Sukowati.
Serimonial injeksi CO2 perdana di Lapangan Migas Sukowati.

SVP Research and Technology Innovation Pertamina, Oki Muraza, menegaskan bahwa implementasi Injeksi CO2 dengan metode Huff & Puff di Lapangan Sukowati akan memberikan konfirmasi dan validasi mengenai teknologi EOR secara spesifik.

“Tujuan injeksi CO2 di lapangan kedua Pertamina ini adalah untuk mengkaji efek CO2 EOR dan penyimpanan CO2 dalam formasi bawah permukaan untuk lapangan migas. Hasil kajian ini diharapkan dapat diterapkan di lapangan-lapangan Pertamina lainnya yang sedang aktif melakukan kegiatan studi CO2-EOR, yang tentunya akan mendukung capaian target 1 juta BOPD pada tahun 2030,” ungkap Oki.

Senada dengan Oki, Direktur Pengembangan & Produksi PT Pertamina Hulu Energi Awang Lazuardi menyampaikan kedepannya saat implementasi penuh, CCUS Lapangan Sukowati akan menggunakan CO2 bersumber dari Lapangan Jambaran Tiung Biru.

“Kita menyambut era baru, salah satunya CCUS untuk EOR migas. Ini akan bermanfaat untuk bisnis kedepan. Harapannya hasilnya bisa di evaluasi dan dilanjutkan ke tahap implementasi penuh dengan sumber CO2 dari Jambaran Tiung Biru. Dengan inovasi CO2-EOR diharapkan bisa mendorong peningkatan produksi Sukowati,” jelas Awang.

Baca Juga :   Menteri ESDM Tunda Kunjungi J-TB

Indonesia memiliki potensi menjadi besar dalam CCS/CCUS dan demi menangkap peluang tersebut, selain Lapangan Ajibarang dan Sukowati, masih ada 13 proyek CCS/CCUS lainnya yang sedang digarap di Indonesia, tersebar di seluruh daerah di Indonesia, terletak dari Sumatera sampai Papua, yang sebagian besar ditargetkan onstream pada tahun 2030.

Kementerian ESDM telah menerbitkan regulasi berupa Peraturan Menteri ESDM No. 2 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Penangkapan dan Penyimpanan Karbon, serta Penangkapan, Pemanfaatan, dan Penyimpanan Karbon pada Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Beleid ini mencakup kegiatan-kegiatan antara lain: penangkapan, transport, injeksi, penyimpanan, dan penggunaan. Saat ini Peraturan Menteri ESDM berfokus hanya pada kegiatan di wilayah kerja minyak dan gas bumi.

Kemudian regulasi lain juga tengah disiapkan, yakni Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang CCS di luar kegiatan migas. Rancangan Perpres tersebut akan mengatur Perizinan Berusaha Untuk Izin Eksplorasi & Izin Operasi Penyimpanan Karbon.

Untuk diketahui, injeksi CO2 Perdana Lapangan Sukowati Pertamina EP dihadiri oleh Sekjen DEN Kememterian ESDM Djoko Siswanto , Senior Vice President Research and Technology Innovation Pertamina Oki Muraza, Direktur Pengembangan dan Produksi Pertamina Hulu Energi Awang Lazuardi, GM Carbon Neutral Business Department, Overseas Business Division II JAPEX Kenichi Suzuki, dan Deputy Councilor, Hydrogen and CCS Project Department JOGMEC Hiroshi Okabe.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *