Tiga Lapangan Migas di Bojonegoro Jadi Penopang Energi Nasional

CPF minyak Blok Cepu.
Fasilitas pemrosesan minyak mentah lapangan Banyu Urip, Blok.Cepu di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terbukti menunjukkan peran strategis sebagai salah satu daerah penyangga utama energi nasional. Sepanjang 2025 hingga proyeksi 2026, terdapat tiga produksi lapangan minyak dan gas bumi (migas) yang menonjol.

‎Ketiga lapangan ini masing-masing aktif berproduksi, yakni gas dari Lapangan Jambaran–Tiung Biru (JTB), Migas dari Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu, dan Migas dari Lapangan Sukowati di Blok Tuban.

‎Produksi gas dari Lapangan JTB yang berlokasi di Kecamatan Ngasem, diproyeksikan mencapai kapasitas maksimal pada 2026. Optimisme tersebut disampaikan Presiden Direktur PT Pertamina EP Cepu, Rachmad Hardadi, yang menegaskan kesiapan fasilitas dan operasi lapangan gas tersebut.

‎“Kami meyakini produksi gas JTB dapat mencapai kapasitas penuh sebesar 340 MMSCFD pada 2026,” ujar Rachmad Hardadi.

Migas Sukowati
Lapangan Migas Sukowati di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.(arifin jauhari)

‎Ia menjelaskan, gas dari JTB memiliki peran penting dalam menopang kebutuhan energi nasional, khususnya untuk sektor industri dan pembangkit listrik di Jawa Timur dan sekitarnya.

‎“Lapangan JTB menjadi salah satu tulang punggung pasokan gas nasional, sehingga keberlanjutan operasinya sangat strategis,” imbuhnya.

‎Sementara itu, dari Lapangan Sukowati, sumur SKW-08ST resmi mulai berproduksi pada akhir 2025. Informasi tersebut disampaikan Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Anggono Mahendrawan.

‎“Untuk Sumur SKW-08ST, pengeboran telah selesai dan sumur mulai berproduksi pada 23 Desember 2025 secara natural flow,” kata Anggono Mahendrawan kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (16/1/2026).

Lapangan Gas JTB di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi salah satu produsen gas terbesar di Indonesia.

‎Menurutnya, metode produksi natural flow menunjukkan potensi reservoir yang masih cukup baik dan diharapkan mampu menjaga tingkat produksi minyak Lapangan Sukowati.

‎“Produksi dari SKW-08ST ini diharapkan dapat membantu menjaga dan menstabilkan produksi minyak Sukowati,” ujarnya.

‎Kemudian, kinerja Lapangan Migas Banyu Urip, di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, juga turut berkontribusi pada capaian strategis sektor energi. Pada 2025 lifting minyak nasional berhasil melampaui target, untuk pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir.

‎“Lifting minyak nasional tahun 2025 berhasil melampaui target, dan ini menjadi capaian pertama dalam satu dekade terakhir,” ujar Anggono Mahendrawan.

‎Ia menegaskan, kontribusi lapangan-lapangan besar, termasuk Blok Cepu yang beroperasi di Bojonegoro, menjadi faktor penting pencapaian tersebut.

‎“Kinerja Blok Cepu menjadi salah satu penopang utama dalam pencapaian lifting nasional,” tegasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait