SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Ngawi – Sebanyak 6 kickboxer dari Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berhasil membawa pulang medali dari Kejuaraan “Ngawi Kickboxing Challenge” di Kabupaten Ngawi. Mereka meraih 2 medali emas dan 4 medali perunggu.
Keenam kickboxer Bojonegoro tersebut terdiri 5 atlet kickboxing putra dan 1 putri. Mereka berjuang selama tiga hari, sejak Jumat sampai dengan Minggu, 1 hingga 3 Maret 2024 di GOR Bung Hatta Ngawi.
Para kickboxer delegasi dari Kickboxing Indonesia (KBI) Pengurus Kabupaten (Pengkab) Bojonegoro ini berasal dari tiga sasana yang tersebar di seputaran kota. Yaitu Sasana IKIP Fighting Academy, Kandang Macan MMA Bojonegoro, dan Nord Camp 1949.
Atlet peraih juara dari cabang olahraga keras yang memadukan teknik bertinju atau boxing dengan tendangan ini ialah Ade Riski Maulana yang turun di kelas Old Cadet 48 Kg menempati juara 1 dan meraih medali emas setelah mengalahkan Wili Sinurat asal KBI Mojokerto di kategori Kicklight Tatami.
Juara 1 yang mendapat medali emas lainnya yakni Bayu Dirgantara yang turun di kelas junior 48 Kg kategori Kicklight Tatami mengalahkan Naufal Lugas dari KBI Nganjuk.
Empat kickboxer Bojonegoro lainnya yaitu M. Afifudin turun di kelas senior 54 Kg kategori Light Tatami, lalu Syahroni Hidayat di kelas senior 60 kg kategori Low Kick Ringsport, Moch. Suprayitno kelas senior 63 kg kategori Low Kick Ringsport, dan Siti Listiya Choirotus Sholihah, perempuan yang turun di kelas senior 47 kg Kategori Low Kick Ringsport. Seluruhnya meraih juara 3 dan menyabet medali perunggu.
Ketua KBI Pengkab Bojonegoro, H. Budi Irawanto mengucapkan selamat atas capaian para atlet. Meski begitu, mantan wakil bupati ini berpesan agar para atlet yang meraih medali emas tidak lantas berpuas diri, karena masih banyak kejuaraan yang harus dimenangkan.
“Bagi yang belum juara 1 juga jangan patah semangat, jadikan kekalahan sebagai cambuk agar lebih baik lagi dalam mengejar prestasi kedepan,” ucap Mas Wawan, sapaan akrabnya.

Sementara Ade Riski Maulana yang masih duduk di bangku Kelas X SMKN 4 Bojonegoro mengaku belum puas meski telah mendapat medali emas.
“Sebab masih ingin berpretasi lebih banyak lagi,” ujar Ade.
“Tapi yang terpenting bisa berprestasi membanggakan keluarga, sekolah, dan daerah Bojonegoro,” timpal Bayu Dirgantara, siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Sumberrejo sesama peraih medali emas.
Kendati seluruh atlet berhasil membawa medali pulang, tetapi Official KBI Bojonegoro, Tri Dipta Indra Kumala menyatakan sejumlah catatan kepada mereka.
Menurut pemuda yang pernah menjuarai even Silat Bebas Indonesia ini para atlet sudah bagus karena anak anak yang berangkat itu termasuk kickboxer pemula, tetapi mereka sudah bermain cantik dan benar-benar paham rules dan poin yang detail di pertandingan.
“Namun yang terpenting untuk naik level selanjutnya para atlet harus lebih disiplin karena kita masih perlu banyak menambah jam terbang di event-event selanjutnya dan persiapan Porprov Jatim 2025,” tandasnya.(fin)





