Arifin Tasrif : SKK Migas Harus Membuat Perencanaan Matang Agar Temuan Cadangan Migas Baru Segera Diproduksi

Menteri ESDM, Arifin Tasrif.(Suarabanyuurip.com/Ist)

SuaraBanyuurip.com – Sami’an Sasongko

Jakarta – Dalam menjaga tingkat produksi minyak dan gas bumi (Migas) nasional, perhatian utama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) adalah mengawal Proyek Strategis Nasional (PSN) agar dapat memberikan kontribusi produksi migas secara optimal dan tepat waktu. Kemunduran dalam realisasi proyek bisa mengakibatkan ketidakcapaian target produksi dan peningkatan biaya yang signifikan.

Mengingat tantangan tahun 2024 lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Salah satu yang utama adalah bagaimana mencapai target produksi dan lifting migas yang telah ditetapkan pemerintah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif diacara pengangkatan Shinta Damayanti sebagai Wakil Kepala SKK Migas di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Jum’at (05/04/2024).

Arifin Tasrif mengungkapkan, bahwa SKK Migas juga harus mencari terobosan, agar rencana program kerja di lapangan-lapangan migas eksisting dapat direalisasikan dengan baik, serta mendorong agar kegiatan eksplorasi yang lebih masif demi keberlanjutan operasi hulu migas.

Baca Juga :   Pembangunan Jembatan TBR-C Diperkuat

“SKK Migas juga harus membuat perencanaan matang agar temuan cadangan di lapangan-lapangan migas baru dapat segera diproduksikan,” ujar Arifin.

Arifin juga menekankan pentingnya adaptasi dan langkah cepat bagi pejabat yang baru dilantik untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan di sektor hulu migas. Dengan harapan agar Wakil Kepala SKK Migas dapat menggunakan kemampuan teknis dan manajerial yang dimiliki untuk mempertahankan pencapaian positif dan menghadapi tantangan dengan solusi inovatif.

“Sehingga hasil yang dicapai dapat lebih optimal,” katanya.

Arifin berharap agar Wakil SKK Migas dapat mendorong dan mempercepat program perubahan mindset di SKK Migas, sehingga setiap individu di dalamnya memiliki karakter dan etos kerja yang didasarkan pada nilai-nilai kejujuran, kerja keras, efektivitas, keteguhan, keputusan yang tepat, wawasan kebangsaan, dan integritas, demi mendukung visi yang telah ditetapkan.

“Saya minta agar SKK Migas terus melanjutkan perbaikan tata kelola hulu migas yang lebih efektif dan efisien agar dapat mencapai target yang maksimal,” tandasnya dilansir dari laman resmi KESDM.(sam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *