SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Organisasi PersaudaraaN Setia Hati Terate (PSHT) Rayon Tumbrasanom, Ranting Kedungadem, Cabang Bojonegoro, Pusat Madiun, melaksanakan bakti sosial di wilayah setempat, Kamis (18/04/2024).
Sejumlah agenda terlaksana dalam kalender ini. Mulai dari memberikan sumbangan ke masjid, bantuan sosial (bansos) ke warga miskin, kerja bakti dan donor darah.
Ketua PSHT Rayon Tumbrasanom, Ranting Kedungadem, Cabang Bojonegoro, Joni Mulyo Wibowo, S.Sos mengaku, acara tersebut berlangsung mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa, Juminto, S.M.
“Adapun bansos yang disalurkan murni bersumber dari dana yang terkumpul secara sukarela para warga PSHT Rayon Tumbrasanom,” kata Joni Mulyo Wibowo kepada Suarabanyuurip.com.

Kegiatan ini terwujud dilatarbelakangi oleh harapan, bahwa dengan hadirnya program” Terate Peduli” di tengah masyarakat merupakan bentuk nyata kebermanfaatan organisasi pencak silat terbesar di dunia tersebut dalam menjawab tantangan berbangsa dan bernegara.
“PSHT harus mengedepankan suatu gerakan persaudaraan yang produktif dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk senantiasa memberi arti dalam berkehidupan,” ujar pria yang menjabat Kaur Umum Desa Tumbrasanom.
Bentuk kepedulian PSHT Rayon Tumbrasanom kepada masyarakat dilaksanakan rutin setiap tahun, antara lain kerja bakti bersih lingkungan, bantuan sosial untuk keluarga miskin, dan kegiatan sosial lainnya.
Kali ini, para warga PSHT memberikan sumbangan kepada masyarakat miskin serta sumbangan untuk pembangunan Masjid Jami’ Syamsul Ibad Desa Tumbrasanom yang diserahterimakan langsung kepada pengurus masjid.
“Sumbangan ini adalah pengejawantahan kepedulian PSHT Rayon Tumbrasanom sebagai bagian dari masyarakat, sebab warga SH Terate berasal dari masyarakat dan harapannya mudah-mudahan bisa menjadi jago-jagonya dalam kehidupan bermasyarakat,” bebernya.

Menurut pria yang akrab disapa Mas Joni ini, meski nilai sumbangan tidak seberapa namun teriring asa sumbangan tersebut dapat bermanfaat dan memberikan motivasi serta inspirasi kepada insan PSHT dan masyarakat umum sebagai bentuk rasa melu handarbeni (rasa ikut memiliki).
“Warga PSHT dimanapun berada harus mengedepankan etika pergaulan baik secara langsung maupun pergaulan di dunia maya. PSHT adalah sebuah majelis ilmu yang menekankan adab dan nilai-nilai sosial khas nusantara dan itu harus senantiasa kita jaga,” tuturnya.
Sementara Kades Tumbrasanom, Juminto, turut berpesan kepada keluarga besar PSHT agar senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat dan menjadi solusi bagi permasalahan sosial yang ada.
PSHT yang saat ini sudah memasuki usia lebih dari 100 tahun harus lebih produktif dan menjadi teladan yang baik bagi masyarakat luas, bahwa PSHT adalah organisasi yang dewasa dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan persatuan.
“PSHT yang didirikan oleh Pahlawan Perintis Kemerdekaan Ki Hadjar Hardjo Oetomo harus terus berkembang dan berinovasi menjawab perubahan zaman,” tegas kades yang juga anggota PSHT ini.
Di lain pihak, Yanto, perwakilan pengurus Masjid Jami’ Syamsul Ibad yang menerima sumbangan tersebut mengucapkan terimakasih kepada seluruh warga PSHT Rayon Tumbrasanom.
“Sebab tidak hanya sekali ini saja PSHT Rayon Tumbrasanom senantiasa peduli pada masyarakat yang sering diwujudkan dalam bentuk sumbangan, bakti sosial, dan bentuk giat sosial lainnya di lingkungan masyarakat,” ucap Yanto.(fin)





