Diyakini Ampuh Hilangkan Pegal, Terapi Garam di Tuban Diminati Masyarakat

RELAKSASI : Warsito saat melayani pengunjung terapi air garam.
RELAKSASI : Warsito saat melayani pengunjung terapi air garam.

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Tuban — Masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kini punya alternatif baru dalam menggapai kesembuhan secara tradisional. Terapi garam nampaknya menjadi pilihan baru yang diyakini ampuh mengatasi rasa pegal selepas berkegiatan.

Meski terhitung baru satu tahun setelah dipopulerkan, tetapi teknik relaksasi ini dipercaya efektif menghilangkan stres dan rasa lelah yang banyak diminati pengunjung.

Terapi ini menggunakan garam yang diproses secara khusus mengandung unsur Natrium Klorida atau NACL. Tempat persisnya berada di Eduwisata Green House Salt Tunel Pantai Kelapa, di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.

Sebagimana metode terapinya yang menggunakan garam, lokasinya pun berada di dekat pantai laut utara. Di sini tersedia beberapa kolam yang bisa dipergunakan untuk merendam kaki.

Pada tiap-tiap kolam terdapat dua jalur sebagai sumber mengalirkan air panas dan air laut yang sudah melalui penyaring. Sehingga peminat dapat mengatur besar kecilnya aliran air dan panas atau dinginnya air sesuai kebutuhan.

“Ini terapi air garam, rasanya ada panas-panasnya, ada cekit-cekitnya juga, buat merelaksasi otot-otot sama pegal-pegal, ini saya baru pertama nyoba,” ungkap Rida, salah satu pengunjung yang mengaku datang usai mudik lebaran.

Baca Juga :   Kerja Sama dengan Shopee, Lestari Muda Indonesia Latih UMKM Optimalkan Pemasaran Digital

“Rasanya hangat, terus kaki terasa ringan, terapi air garam biar otot otot kembali rilek lagi,” timpal Daryono yang sudah beberapa kali berkunjung tiap merasa perlu relaksasi.

Sementara itu, terapis metode air garam, Warsito mengatakan, bahwa garam yang digunakan untuk terapi adalah garam khusus yang diproses sendiri. Air laut di pantai utara Pulau Jawa ini disuling serta dimixing kemudian diawasi ketat tiga kali dalam sehari.

“Tujuannya untuk memastikan kandungan natrium klorida di dalamnya sekira 96 persen, agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh pengunjung,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Senin (22/04/2024).

Hikayat terapi garam itu berawal kala setahun lalu ia melihat potensi air laut yang melimpah untuk dikelola. Sampai akhirnya muncul ide terapi sedemikian rupa. Metode ini diklaim memiliki setidaknya ada lima manfaat kesehatan. Relaksasi otot ialah salah satunya.

“Salah satu manfaatnya merelaksasi otot lah ya, jadi mungkin bagi orang yang habis perjalanan jauh atau aktivitas full 1 pekan bisa merelaksasi ototnya dengan terapi air garam ini,” bebernya.

Baca Juga :   Tripatra Gelar Pengobatan Gratis di Gayam

“Bagi para pengunjung yang ingin terapi, biayanya hanya Rp25.000 per orang untuk berendam selama 20 menit,” tandasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *