Oleh : Rahul Oscara Duta
MANUSIA merupakan makhluk yang hampir sempurna. Terlebih ia memiliki perasaan. Namun, untuk menjadi pemimpin, Zoon Politicon ini juga harus bisa mengatur perasaannya. Tak seperti di salah satu kabupaten di Konoha. Sebut saja, kabupaten ‘Nyel’. Entah ini perasaan penulis saja atau memang hampir merata di konoha. Pemimpin atau tokoh masyarakat di kabupaten tersebut baperan. Jadi tidak cocok menjadi pemimpin.
Alih-alih memecahkan masalah kota, setiap ada permasalahan malah saling sindir lewat status WhatsApp atau sampai-sampai meletus di Grup Whatsapp. Bukannya keren, mungkin warga gen z seumuran penulis ini menganggapnya sebagai hal konyol. Contoh saja, calon lawan pejabat A yaitu B lagi gencar pasang gimmick ‘Warga Asli’.
Eh Ndilalah, pejabat A kepanasan akhirnya nyindir di status WA seperti ‘Sepatu Kulit Asli’. Sampai-sampai, portal media lokal tempat kerja kawan saya disindir juga karena memberitakan fakta yang menyinggung dirinya. Hadeuh ribet juga.
Sah-sah saja sebagai makhluk yang tidak sempurna ini. Hanya, representasi sebagai calon pemimpin perlu dipikir kembali. Namanya juga politik kan gimmick-gimmicknya harus rapi biar citranya baik-baik aja.
Untuk pejabat B, tolong timsesnya juga ndak usah mancing-mancing. Iya semua tahu asli daerah. ‘Mbok ya seng tenang, ndak usah gupuh’.
Tapi, entah permasalahan ini ada atau tidak ada di daerah lain, branding timses atau relawan ini sukses memancing keributan netizen di Kabupaten ‘Nyel’ itu. Dan seperti biasa, golongan tua selalu panas dan yang muda hanya sebagai penonton saja. Batinku ngene, ‘’tuekane ngono, nom-nomane ngene. yowes pe pie maneh,’’ hehe.
Ini sebagai keluhan warga atau pemuda asli kabupaten ‘Nyel’ yang rindu sosok pemimpin yang bisa bikin adem ayem tapi tetap energik dan produktif. Jangan sampai ada omongan ‘’Lha iya ‘Nyel’ APBD nya tinggi kok SDM nya ternyata gak naik kelas,’’ misale begitu.
Monggo (silahkan) diadu gagasan saja. Biar masyarakat yang menilai. Barangkali nih, sebagai anak band saya juga bisa memastikan pilihan saya nanti biar gak golput mulu. Kalau bisa gagasannya yang menguntungkan pekerja seni ya. Terlebih, di kota saya ini minim space untuk anak band mengekspresikan karyanya.
Kalau adu bom-boman duh wes ngerti kan seng menang sopo? xixi. kaburrrr.
Penulis Merupakan Musisi Underground Tapi Magak dan Masih Menyisakan Pubertas





Kabupaten bojonewong ancen lagi dadi primadona, sampe2 onok Asli lan Ora… Perang iklan gak masalah mas, perang slogan atau jargon juga gak papa, apalagi bukan asli putra daerah juga tidak apa2…. Yang pasti satu, *_Ojo Nduwe Pemimpin Baperan_* hahahaha…. Memuakkan
Literasinya bagus dan penuh makna. Perlunya kita sebagai pemuda utk ikut serta mengedukasi masyarakat agar mereka bisa open mind terhadap kualitas calon pemimpin yg akan mereka pilih nantinya.