SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro – Salah satu pendaftar penjaringan Bakal Calon Bupati (Bacabup) Bojonegoro, Jawa Timur, Edi Sampurno mengaku telah dipersilakan untuk segera mengurus rekomendasi ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN).
Pria yang aktif menjabat Kepala Desa (Kades) Campurejo, Kecamatan Bojonegoro Kota ini mengemukakan hal tersebut usai mengikuti Rakornas DPP PAN di Jakarta, pada Jumat (10/05/2024).
Rakornas DPP PAN itu diikuti oleh para pendaftar dari seluruh Indonesia yang mengikuti pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2024. Ketua Umum (Ketum) DPP PAN Zulkifli Hasan disebutnya hadir langsung dalam agenda tersebut.
“Pak Ketum DPP PAN Zulkifli Hasan mempersilakan bakal calon bupati segera mengurus rekomendasi ke DPP,” kata Edi Sampurno kepada Suarabanyuurip.com, manyampaikan hasil Rakornas, Sabtu (11/05/2024).
Kades yang terpilih kembali periode ke dua masa jabatan ini menambahkan, bahwa DPP PAN tidak meminta apapun, hanya meminta para calon kepala daerah nantinya dapat berbuat baik dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Adapun rekomendasi yang didapat nanti dipergunakan sebagai bekal untuk mencari koalisi bakal calon kepala daerah masing-masing,” bebernya.
Beberapa hari menjelang Rakornas DPP PAN, pendaftar penjaringan Bakal Calon Bupati Edi Sampurno telah mengembalikan formulir ke partai yang membuka kesempatan. Setelah itu, Kepala Desa (Kades) Campurejo ini melanjutkan komunikasi dengan partai politik yang ada di Bojonegoro.
“Hari ini saya kembalikan formulir pendaftaran ke DPC Partai Demokrat,” kata Edi Sampurno kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (07/05/2024).
Sebelum itu, kades yang menjabat di periode ke dua ini telah mengembalikan formulir yang diambilnya di DPD PAN dan DPD Nasdem Bojonegoro Senin, (06/05/2024).
Usai pengembalian formulir, pemegang tampuk pimpinan di desa ring satu lapangan migas Sukowati Field ini mengaku meneruskan agenda politiknya melakukan komunikasi politik lanjutan dengan partai setempat.
“Kami teruskan komunikasi politik lanjutan dengan PDI-Perjuangan, PPP, PKS, Hanura, dan Golkar,” ujarnya.(fin)




