Penebusan Pupuk Subsidi Cukup Gunakan KTP, 188.367 Kartu Tani Tak Berfungsi

Kartu Tani.
Penebusan Pupuk Subsidi Cukup Gunakan KTP, 188.367 Kartu Tani Tak Berfungsi.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Sebanyak 188.367 kartu tani untuk menebus pupuk bersubsidi sudah tercetak dan diterima para petani. Namun ribuan kartu tani untuk pembelian pupuk bersubsidi secara elektronik itu kini tidak bisa digunakan atau tak berfungsi. Bahkan, alat pembaca kartu atau electronic data capture (EDC) yang dipasang di setiap kios pupuk ditarik.

Kepala Seksi (Kasi) Pupuk dan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Tatik Kasiati mengatakan, hingga tahun 2022 lalu, sebanyak 188.367 kartu tani sudah tercetak dan terdistribusi kepada para petani.

“Meski sudah terdistribusi kepada petani, namun kartu tani belum bisa digunakan karena terjadi banyak kendala di lapangan,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (2/10/2024).

Diantaranya, lanjut Tatik, karena electronic data capture yang dipasang di setiap kios pupuk belum siap digunakan, kemudian data alokasi pupuk tidak sesuai, ada petani mendapatkan lebih dari satu kartu. Kendala lainnya, data pada kartu yang telah terdistribusi sudah tidak relevan karena banyak pergantian penggarap sawah.

Baca Juga :   Gerak Jalan HJB di Kalitidu Meriah

“Itu alasan mengapa kartu tani per 2022 lalu tidak bisa digunakan,” ujar Tatik sapaan akrabnya.

Bahkan electronic data capture yang dipasang di setiap kios pupuk sudah ditarik Bank Negara Indonesia (BNI). Total keseluruhan ada 383 kios pupuk di Bojonegoro. Rinciannya, ada 326 kios pupuk sudah terpasang EDC per April 2022 lalu dan sudah ditarik.

“Saat ini penebusan pupuk subsidi hanya menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) saja, karena mudah,” tandasnya.

Salah satu Ketua Kelompok Tani Desa Begadon 1, Rokim mengatakan, kartu tani saat ini masih belum bisa digunakan untuk menebus pupuk bersubsidi. Namun, rata-rata para petani di Desa Begadon, Kecamatan Gayam sudah memiliki kartu tani.

“Kartu tani belum bisa digunakan menebus pupuk bersubsidi,” katanya.

Dia mengaku, belum mengetahui terkait penarikan EDC dari BNI yang dipasang di kios penebusan pupuk bersubsidi.

“Sebentar nanti coba saya cek di kios pupuk,” imbuhnya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait