SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Jawa Timur menyebut mekanisme penerapan kartu tani terlalu rumit. Sehingga kartu tani yang rencananya digunakan untuk menebus pupuk bersubsidi itu tak bisa dipakai petani. Bahkan, sebanyak 326 kios pupuk sudah terpasang alat pembaca kartu ditarik Bank Negara Indonesia (BNI).
“Kebajikan menebus pupuk bersubsidi menggunakan kartu tani memang sampai saat ini belum maksimal,” kata Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (03/10/2024).
Dia mengatakan, kartu tani rata-rata sudah didistribusikan kepada para petani, akan tetapi tidak bisa dipakai karena mengalami banyak kendala. Kebijakan penebusan pupuk bersubsidi menggunakan kartu tani ini bisa dikatakan dalam praktiknya terlalu rumit dan membuat petani bingung.
“Praktik yang rumit ini membuat BNI menarik ratusan alat pembaca kartu atau electronic data capture (EDC) dan keberlanjutan kartu tani tergantung Menteri Pertanian mendatang,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Seksi (Kasi) Pupuk dan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Tatik Kasiati mengatakan, hingga tahun 2022 lalu, sebanyak 188.367 kartu tani sudah tercetak dan terdistribusi kepada para petani.
“Meski sudah terdistribusi kepada petani, namun kartu tani belum bisa digunakan karena terjadi banyak kendala di lapangan,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (2/10/2024).
Diantaranya, lanjut Tatik, karena electronic data capture yang dipasang di setiap kios pupuk belum siap digunakan, kemudian data alokasi pupuk tidak sesuai, ada petani mendapatkan lebih dari satu kartu. Kendala lainnya, data pada kartu yang telah terdistribusi sudah tidak relevan karena banyak pergantian penggarap sawah.
“Itu alasan mengapa kartu tani per 2022 lalu tidak bisa digunakan,” ujar Tatik sapaan akrabnya.
Bahkan electronic data capture yang dipasang di setiap kios pupuk sudah ditarik Bank Negara Indonesia (BNI). Total keseluruhan ada 383 kios pupuk di Bojonegoro. Rinciannya, ada 326 kios pupuk sudah terpasang EDC per April 2022 lalu dan sudah ditarik.
“Saat ini penebusan pupuk subsidi hanya menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) saja, karena mudah,” tandasnya.(jk)





