SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Jawa Timur mencatat selama puncak kemarau hingga saat ini telah mendistribusikan 1.678 tangki air bersih kepada warga kekeringan. Distribusi air bersih tersebut disalurkan ke 107 desa di 25 kecamatan wilayah Bojonegoro.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro, Laela Noer Aeny mengatakan, puncak kemarau hingga saat ini telah mendistribusikan 1.678 tangki air bersih kepada warga kekeringan per 13 Oktober kemarin.
“Jumlah permintaan dropping air bersih tersebut meningkat dibandingkan dengan tahun lalu,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Senin (14/10/2024).
Dia mengatakan, puncak kemarau di Bojonegoro terjadi pada Agustus kemarin yang menyebabkan 107 desa di 25 kecamatan wilayah Bojonegoro krisis air bersih. Rata-rata yang mengalami kekeringan di wilayah selatan Bojonegoro.
“Saat ini sebagian wilayah Bojonegoro sudah mulai diguyur hujan, namun masih ada desa yang meminta dropping air bersih karena masih dilanda kekeringan,” jelas Laela.
Tercatat saat ini masih ada 56 desa di 19 kecamatan masih terdampak kekeringan. Hal ini, kata Noer Aeny, karena wilayah Bojonegoro belum sepenuhnya memasuki musim hujan.
“Diperkirakan sesuai prediksi BMKG musim hujan akan terjadi pada November mendatang,” pungkasnya.(jk)





