Mengekor Program Mantan Bupati Anna, Teguh-Farida Terkesan Tak Inovatif Adu Gagasan di Debat Pilkada

Debat Pilkada Bojonegoro.
Debat Pilkada Bojonegoro 2024 yang berlangsung di Eastern Hotel diikuti dua paslon, Teguh Haryono-Farida Hidayati dan Setyo Wahono-Nurul Azizah.

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Bojonegoro – Pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor 01, Teguh Haryono-Farida Hidayati terkesan tidak kreatif dan inovatif dalam beradu gagasan dalam debat publik Pilkada Bojonegoro, Rabu (13/11/2024) malam, di Eastern Hotel Jalan Veteran.

Paslon 01 yang diusung PDI Perjuangan dan Perindo itu terlihat mengekor pada program mantan Bupati Bojonegoro periode 2018-2023, Anna Mu’awanah yang diklaimmya berhasil. Beberapa kali Teguh-Farida memframing program penguasa sebelumnya di debat publik Pilkada Bojonegoro 2024. Di antaranya terkait pembangunan infrastruktur jalan dan layanan kepesertaan kesehatan masyarakat melalui universal health coverage (UHC).

“Pembangunan infrastruktur di Bojonegoro selama lima tahun ini dirasakan luar biasa oleh masyarakat baik di desa maupun di kota.
Menurut paslon 02 Mas Wahono dan Bu Nurul, bagaimana penilaian Anda terkait suksesnya Bojonegoro Nglenyer ini?” tanya Farida saat mendapat kesempatan mengajukan pertanyaan kepada paslon 02, Setyo Wahono-Nurul Azizah seperti dikutip dari kanal youtube KPU Bojonegoro, Kamis (14/11/2024).

Pertanyaan tersebut dijawab dengan lugas oleh Cabup 02 Setyo Wahono. Wahono menegaskan, pemimpin siapa pun yang saat ini memimpin Bojonegoro akan mampu melakukan pembangunan jalan, karena APBD Bojonegoro sangat tinggi.

Pembangunan jalan yang dilakukan selama ini, menurut Setyo Wahono, belum berdampak pada pengurangan kemiskinan di Bojonegoro. Ia kemudian memberikan contoh sejumlah daerah yang pembangunan jalannya baik tapi hasil buminya keluar.

Baca Juga :   Analisa Pengamat Politik : Kecil Kemungkinan PKB Gabung Parpol KIM di Pilkada Bojonegoro 2024

“Jadi pembangunan jalan ini harus dibarengi dengan hilirisasi. Untuk kedepan, pembangunan jalan ini tetep kita lanjutkan, kita tingkatkan, hilirisasi kita laksanakan sebagai sarana penguatan ekonomi rakyat agar mampu berperan dalam rangka membangun kemakmuran dan kebanggan bagi masyarakat Bojonegoro. Kita pastikan petani cukup air, cukup pupuk dan di kala panen harga tidak jatuh. Dan, permodalan menjadi bagian tidak terpisahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” jelas cabup asli Bojonegoro dari desa pinggiran hutan, Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo ini.

Cawabup 02 Nurul Azizah menambahkan, pembangunan infrastruktur jalan Bojonegoro selama lima tahun mencapai sekitar Rp 10 triliun. Artinya, pembangunan infrastruktur jalan bisa dilakukan karena Kabupaten Bojonegoro memiliki APBD besar.

“Sekali lagi kami sampaikan ke masyarakat, infrastruktur jalan ini bisa terbangun karena Bojonegoro memiliki banyak uang dan sudah teralokasikan di APBD,” tegas mantan Sekretaris Daerah (Sekda Bojonegoro) ini.

Usai mengajukan pertanyaan dan klaim keberhasilan pembangunan infrastruktur jalan oleh mantan Bupati Anna Mu’awanah, cawabup 01 Farida Hidayati kembali mengulik program universal health coverage (UHC) berupa kepesertaan jaminan kesehatan masyarakat yang mencapai 99 persen.

Baca Juga :   Kubu 01 Minta KPU Bojonegoro Ubah Format Debat, Kubu 02 : Kami Taat Asas

“Salah satu kesuksesan pemerintah sebelumnya adalah memanfaatkan APBD yang besar untuk layanan kesehatan masyarakat melalui program UHC, dan ini satu-satunya yang meraih penghargaan,” ujar Farida.

Menanggapi itu, Cawabup 02 Nurul Azizah mejelaskan, bahwa program kesehatan di Bojonegoro yang dilaksanakan seperti UHC ini adalah amanah dari regulasi. Program dasar masyarakat seperti kesehatan ini dijalankan sesuai kebutuhan, regulasi dan kebijakan.

“Berdasarkan aturan, 10 persen dari APBD harus dialokasikan untuk kesehatan. Jadi kami tegaskan ini sudah mandat dari regulasi,” tegas Cawabup Nurul.

Menanggapi hal itu, analisis politik Bojonegoro, Mohammad Rokib menilai wajar jika paslon 01 Teguh-Farida mengusung keberhasilan-keberhasilan program penguasa sebelumnya. Selain Cawabup Farida memiliki hubungan kekerabatan dengan mantan Bupati Anna Mu’awanah, paslon 01 merupakan bagian dari penguasa sebelumnya yang mengusung tagline keberlanjutan.

“01 ini kan merasa bagian keberlanjutan dari penguasa sebelumnya, karena itu wajar jika mereka mengklaim keberhasilan-keberhasilan rezim sebelumnya. Nah, apakah itu inovatif atau tidak, saya kira kalau dari segi inovasi ya kurang ya, karena hanya menjadi bagian penguasa sebelumnya,” jelas Dosen Hukum Tata Negara pada Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) ini.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait