SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Banjir akibat jebolnya tanggul Kali Ingas di Desa Kedungprimpen, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur merendam lahan persawahan seluas 847 hektare. Akibatnya petani di wilayah Kecamatan Kanor dan Baureno potensi alami kerugian karena padi yang mereka tanam baru berusia 25 sampai 50 hari.
Kepala Bidang Sarana, Prasarana dan Perlindungan Tanaman Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Retno Budi Widianti mengatakan, jebolnya tanggul Kali Ingas yang berada di area persawahan disebabkan karena tidak mampu menahan tingginya debit air Sungai Bengawan Solo.
“Dampaknya air mengalir deras masuk ke persawahan hingga wilayah Kecamatan Baureno,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (18/12/2024).
Dia mengatakan, lahan sawah yang terendam terjadi di enam desa. Meliputi Desa Pucangarum, Pomahan, Karangdayu, Kadungrejo, dan Kauman untuk Kecamatan Baureno. Sedangkan untuk Kecamatan Kanor hanya di Desa Kedungprimpen. Luas sawah yang terendam air akibat tanggul jebol mencapai seluas sekira 847 hektare.
Saat ini, lanjut Retno, banjir sudah mulai berangsur surut meski sebagian masih ada yang terendam. Jika banjir tidak segera surut maka tanaman padi yang berusia 25 sampai 50 hari bisa mati.
“Ya semoga banjirnya segera surut jadi tanaman tidak sampai mati,” kata Retno.
Terpisah Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri mengaku, cukup prihatin dengan kondisi banjir yang merendam sawah milik petani. Ia menyarankan kepada petani yang sawahnya terendam banjir untuk segera mengajukan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) bagi yang terdaftar.
“Jika sudah mendaftar di AUTP bisa mengajukan untuk menggantikan kerugian,” katanya.(jk)





