SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mencatat seluas 192 hektare tanaman padi terendam banjir luapan Sungai Bengawan Solo, Kamis (27/2/2025).
“Tanaman padi milik petani berusia 80 sampai 90 hari atau siap panen terendam banjir. Luasnya mencapai 192 hektare,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Bojonegoro, Heru Wicaksi kepada Suarabanyuurip.com.
Selain padi, lanjut Heru Wicaksi, tanaman palawija seperti kacang-kacangan hingga sayur mayur seluas 20 hektare juga terendam banjir. Unntuk padi yang terdampak banjir luapan Bengawan Solo terjadi di Desa Tanggungan dan Kalisari, Kecamatan Baureno.
“Sementara untuk tanaman palawija tersebar di Kecamatan Baureno dan Kalitidu,” ungkapnya.
Heru sapaan akrabnya menjelaskan, data tanaman padi dan palawija yang terdampak ini berdasarkan dari rekapitulasi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro. Dia berharap banjir akibat luapan Bengawan Solo ini segera surut agar aktivitas warga terdampak bisa kembali normal.
Sebab, akibat banjir luapan tersebut 10 desa di 6 kecamatan tergenang banjir. Dari data tersebut, sebanyak 72 kepala keluarga terdampak banjir, dan 1 orang harus mengungsi.
“Rumah, jalan poros desa hingga lembaga pendidikan juga terdampak. Jadi harapannya semoga saja segera surut,” tandasnya.(jk)





