Hj. Mitroatin Kritisi Pameran UMKM Disdag Gunakan EO Luar Bojonegoro

Wakil Ketua III DPRD Bojonegoro, Hj. Mitroatin.
Wakil Ketua III DPRD Bojonegoro, Hj. Mitroatin.(istimewa)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Wakil Ketua III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Hj. Mitroatin melontarkan kritik kepada Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) yang menggunakan jasa even organizer (EO) dari luar kabupaten dalam penyelenggaran pameran UMKM.

Pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dimaksud Mitroatin tersebut bertajuk “Pekan Pembangunan UMKM”, dilaksanakan selama lima hari mulai Kamis 19 Desember sampai dengan Senin 23 Desember 2024 mendatang. Acara diikuti sekira 100 UMKM ini berlangsung di halaman Stadion Lejten H. Soedirman.

Perempuan Politikus Partai Golongan Karya ini melihat penyelenggaraan pameran UMKM bertujuan untuk perputaran ekonomi pada masyarakat Bojonegoro. Untuk itu perlu adanya kebijakan yang pendekatannya menggunakan kearifan lokal. Bukan malah menggunakan penyedia jasa pengatur acara atau event organizer (EO) untuk pameran itu berasal dari luar Kabupaten Bojonegoro.

“Saya sayangkan, acara UMKM-nya menggunakan EO dari Madiun, padahal kan kalau memakai EO tentu harus membayar mahal,” kata Hj. Mitroatin kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (21/12/2024).

Baca Juga :   Diskusi Reboan untuk Ketahanan dan Kemandirian UMKM, IDfoS Indonesia Hadirkan Farida Hidayati

Bagi Mitroatin, penggunaan jasa EO dari luar kabupaten itu juga memunculkan pertanyaan. Sebab di Bojonegoro sendiri menurutnya banyak sekali EO yang potensial. Mengapa even tersebut harus diberikan kepada EO luar daerah.

“Apakah EO di Bojonegoro ini kurang mampu me-manage acara di manapun itu di kota kita tercinta ini?” ujarnya mempertanyakan.

Bertolak dari hal itu, anggota dewan yang juga aktif bergerak dalam kegiatan Keagamaan Islam ini menilai, di Bojonegoro sendiri ada beberapa tempat representatif yang siap dipergunakan tanpa perlu menyewa jasa EO.

“Banyak kok tempat yang lebih layak dipakai kegiatan, apalagi saat ini musim penghujan, seperti Gofun misalnya sebagai salah satunya,” tandasnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kadisdagkop-UM Sukaemi belum memberikan tanggapan hingga berita ini ditayangkan.(fin)

 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait