Seorang Pengamen Ditemukan Meninggal di Teras Toko Sumberrejo Bojonegoro

Pengamen meninggal.
Jenazah pengamen saat hendak dimasukkan mobil jenazah. Tampak kendaraan Polsek Sumberrejo di sisi kanan.

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Seorang pria diduga pengamen ditemukan meninggal dunia di emperan (teras) sebuah toko mebel depan Pasar Desa Sumberrejo, turut Desa Sumberrejo, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (02/01/2025) pagi.

Jenazah berjenis kelamin pria tersebut diketahui berinisial SPD, usia 63 tahun, warga Dusun Botoputih, Desa Tlogohaji, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro.

Keterangan yang dihimpun dari para saksi di sekitar lokasi kejadian menyebutkan, sehari sebelum ditemukan meninggal, SPD sempat mengeluh sakit perut kepada kawannya. SPD ditengarai sering tidur di muka toko mebel pada malam hari untuk beristirahat usai mengamen.

Keesokan harinya, Kamis (2//1/2025) penjaga toko mebel hendak membangunkan SPD yang terlihat tidur di teras toko, namu ia tak juga segera terjaga saat dibangunkan. Penjaga toko kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Sumberrejo dan menghubungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumberrejo. Setelah dilakukan pemeriksaan di RSUD Sumberrejo, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Kepala Desa (Kades) Tlogohaji, Mualim, menuturkan, SPD merupakan warganya yang sehari-hari bekerja sebagai pengamen. Sejak beberapa tahun lalu, almarhum SPD diduga pisah ranjang dengan istrinya, sehingga sehari-hari hanya mengamen dan tidur di sekitar wilayah Kecamatan Sumberrejo.

Baca Juga :   Remaja di Gayam Bojonegoro Dilaporkan Tenggelam di Embung dan Belum Ditemukan

“Kalau malam (almarhum SPD) ya sering tidur di depan toko itu kalau habis mengamen,” kata Kades Mualim.

“Korban telah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Tlogohaji, Kecamatan Sumberrejo sekitar pukul 10.00 WIB,” lanjutnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Bojonegoro, AKBP Bayu Adjie Sudarmono, membenarkan adanya kejadian tersebut. Pemeriksaan medis terhadap korban menyatakan bahwa sebab korban meninggal akibat sakit jantung. Selain itu tidak ditemukan ada tanda penganiayaan pada jenazah.

“Kata dokter tadi (meninggal) karena sakit jantung, dan tidak ada tanda kekerasan,” tandasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait