SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Kantor Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menargetkan puluhan ribu bidang tanah melalui progam Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tersebar di puluhan desa.
“Sasaran kami 51 desa se Bojonegoro dengan target PTSL sebanyak 33.800 bidang tanah pada tahun 2025,” kata Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Bojonegoro, Sigit Rachmawan Adhi kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (23/01/2025).
Disebutkan, demi mencapai target tersebut, PTSL bakal dilaksanakan terdiri dari tiga tahapan yang dimulai dengan sosialisasi atau penyuluhan. Setelah itu dilanjutkan pengumpulan data fisik.
Tahapan itu bertujuan untuk memunculkan Peta Bidang Tanah (PBT) dengan luas wilayah dan pengumpulan data yuridis guna penerbitan Sertifikat Hak Atas Tanah (SHAT). Adapun total luasan wilayahnya mencapai sekira 8.000 hektar.
Pria yang pernah menjabat Kepala BPN Kota Semarang ini juga memaparkan perihal anggaran. Khusus untuk PTSL Bojonegoro 2025, ATR/BPN Pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp7 miliar.
Target ini naik jika dibandingkan PTSL 2024 lalu, sebab telah rampung jumlah terealisasi 25.000 bidang sertifikat. Sedangkan pada 2025, PTSL ditargetkan 33.800 bidang tanah.
PTSL diperkirakan masih akan berlangsung hingga 2026. Karena di Bojonegoro masih tersisa sekira 50.000 bidang tanah yang belum bersertifikat dan diharapkan selesai pada 2026. Anggaran yang dibutuhkan untuk sisa 50 ribuan bidang tanah belum bersertifikat itu mencapai antara Rp8 miliar sampai dengan Rp10 miliar.
Di sisi lain, pada 2026 BPN pusat sudah tidak lagi melaksanakan program PTSL. Tetapi, lanjut dia, program ini bisa didanai tidak hanya oleh pemerintah pusat, melainkan juga bisa oleh pemerintah daerah maupun dana Corporate Social Responsibility (CSR).
“Untuk itu BPN Bojonegoro akan membuat nota kesepahaman dengan Pemkab Bojonegoro terkait program PTSL 2026,” tandasnya.(fin)



