Capai 3.330 Metrik Ton, Konsumsi LPG 3 Kg di Bojonegoro Meningkat

Harga elpiji 3kg naik.
ILUSTRASI : Seorang pembeli sedang menukar tabung kosong LPG 3 Kg di pangkalan.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus (Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara) menyebut stok Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (Kg) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur masih aman dan tidak terjadi kelangkaan. Namun konsumsi gas melon bersubsidi di wilayah Bojonegoro meningkat sekitar 1 persen.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengatakan, konsumsi LPG subsidi 3 Kg dari bulan Desember 2024 ke Januari 2025 mengalami peningkatan hampir 1 persen.

“Konsumsi LPG subsidi pada Desember mencapai 3.300 metrik ton (MT), meningkat di Januari menjadi 3.330 MT,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (6/2/2025).

Meningkatnya konsumsi LPG 3 Kg tersebut karena dipengaruhi aktivitas rumah tangga dan usaha mikro kecil menengah. Dia menjelaskan, akhir Januari kemarin juga terjadi libur panjang, yakni libur Isra Mi’raj dan Imlek menjadi penyebab naiknya konsumsi LPG.

Meski terjadi peningkatan konsumsi, stok gas melon di Bojonegoro masih terbilang aman dan tercukupi. Sebab kuota gas tabung hijau ini, terutama Kabupaten Bojonegoro ditetapkan sebanyak 39 ribu MT.

Baca Juga :   Bagian SDA : Gas di Margomulyo Tak Berkaitan dengan JTB

“Untuk Kabupaten Bojonegoro kondisi LPG aman, tidak terjadi kelangkaan. Karena kuotanya cukup banyak,” ungkapnya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait