143,9 Juta Orang Diprediksi Mudik Lebaran, Stok BBM dan LPG Dipastikan Aman

FOTO ILUSTRASI : Arus mudik yang terjadi pada libur lebaran Idulfitri 2022. (Liputan6.com/Trieyasni).

SuaraBanyuurip.com – Pemerintah memastikan keamanan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) jelang Hari Raya Idulfitri 2026. Berdasarkan hasil survei potensi pergerakan pada Angkutan Lebaran Tahun 2026, angka perkiraan pergerakan masyarakat mencapai 50,60% penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang.

Bahlil menyampaikan, cadangan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) RON 90 mencapai 24,39 hari, melampaui batas minimal yang ditetapkan. Kemudian Jenis BBM Umum (JBU) RON 92 cadangan mencapai 28 hari dan RON 98 mencapai 31 hari. Sementara untuk solar subsidi, kapasitas cadangan mencapai 16,41 hari, solar CN 53 mencapai 46 hari, dan Avtur 38 hari.

“Jadi saya pikir untuk urusan bensin, insya Allah clear Bapak Presiden. Cadangan menjelang hari raya untuk semua BBM dan LPG, insya Allah aman Bapak,” tegasnya.

Adapun LPG, Bahlil juga menyampaikan bahwa rantai distribusi LPG global sedang mengalami dinamika. Total impor LPG Indonesia saat ini sebesar 7,6 juta, berasal dari Amerika Serikat sebanyak 70-72 persen, kemudian 20% persen lainnya dari Timur Tengah, dan sisanya dari negara lain.

Baca Juga :   XLSMART Dukung Pengembangan Kreativitas Generasi Muda dan UMKM di Era Digital

Guna mengantisipasi ketidakpastian pasokan dari Timur Tengah, pemerintah menyiapkan sejumlah skenario untuk memastikan pemenuhan kebutuhan nasional dengan membuka peluang tambahan pasokan dari Amerika Serikat dan sejumlah negara lain, termasuk Australia.

“Dengan kondisi sekarang, yang di Middle East kita pecah lagi, untuk kita ambil kontrak jangka panjang dengan Amerika dan beberapa negara lain. Di akhir minggu ini kita masuk dua kargo dari Australia, itu untuk LPG,” imbuhnya.

Adapun untuk stok solar tidak mengalami gangguan karena seluruhnya berasal dari dalam negeri. Hal ini juga didukung oleh peresmian Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan pada Januari 2026 lalu, yang dapat meningkatkan kapasitas produksi BBM dalam negeri dan mengurangi impor bensin hingga 5,5 juta ton dan solar 3,5 juta ton. Meski demikian, sebagian kebutuhan bensin masih diimpor dari Malaysia atau Singapura.

Terpisah, Menteri Perubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyebutkan, berdasarkan hasil survei potensi pergerakan pada Angkutan Lebaran Tahun 2026, angka perkiraan pergerakan masyarakat mencapai 50,60% penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang. Angka ini menurun 1,75% dibandingkan hasil survei Angkutan Lebaran Tahun 2025 sekitar 146 juta orang.

Baca Juga :   Pastikan Stok Aman, Dirut Pertamina Pantau Langsung Penyaluran BBM Subsidi

“Namun dalam realisasinya, jumlah pergerakan pada Tahun 2025 justru mencapai 154 juta orang. Hal ini menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat pada masa lebaran cenderung melampaui angka yang diperkirakan dalam survei,” tuturnya.

Untuk itu, pemerintah telah melakukan berbagai kesiapan, meliputi kesiapan sarana dan prasarana transportasi meliputi darat, laut, udara dan penyeberangan, pemeriksaan kelaikan setiap moda transportasi, pemberlakuan stimulus ekonomi melalui pemberian diskon tarif tiket pesawat, kapal laut, kereta api dan penyeberangan, penyelenggaraan mudik gratis.

“Juga pemberlakukan work from anywhere, kebijakan rekayasa lalu lintas, penyediaan armada tambahan, hingga pengaturan operasional kendaraan angkutan barang,” pungkasnya.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait