Dukung MBG, PGN Pasok Gas Bumi di SPPG Gagaksipat Boyolali

PGN Gagas
DUKUNG MBG : PGN Gagas menyalurkan 2.000-3.000 meter kubik (m³) gas bumi per bulan dengan mekanisme beyond pipeline yaitu Compressed Natural Gas (CNG) untuk SPPG Gagaksipat di Boyolali.(ist/pgn)

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Boyolali – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui anak usahanya Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) memastikan ketersediaan gas bumi sebagai energi untuk memasak di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gagaksipat Boyolali, Jawa Tengah.

Setiap hari, SPPG ini menyediakan 6.000 porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk 34 sekolah. Untuk mendukung MBG di SPPG tersebut, PGN Gagas menyalurkan 2.000-3.000 meter kubik (m³) gas bumi per bulan dengan mekanisme beyond pipeline yaitu Compressed Natural Gas (CNG).

Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko mengatakan, sebagai Subholding Gas Pertamina berkomitmen untuk mendukung program MBG melalui penyediaan jaringan gas baik dengan moda pipeline maupun beyond pipeline. Untuk lokasi SPPG yang tidak terlewati pipa gas, bisa dilayani menggunakan CNG.

“Jadi program MBG dapat menggunakan energi gas bumi yang praktis dan mengalir tanpa henti 24 jam,” kata Arief S. Handoko dalam keterangan tertulis kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (07/02/2025).

SPPG Gagaksipat
MENGGUNAKAN CNG : SPPG Gagaksipat menyediakan 6.000 porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk 34 sekolah di Boyolali.(ist/pgn)

Sementara itu, Kepala SPPG Gagaksipat, Ghani Prasetya, mengungkapkan apresiasinya terkait penggunaan gas bumi yang dikelolanya. Menggunakan gas bumi ini dirasa sangat mudah dan praktis. Karena untuk memasak dalam porsi besar, pihaknya pun membutuhkan gas yang besar.

Baca Juga :   Meteran Sudah Terpasang, Hingga Kini Jargas di Bojonegoro Belum Bisa Digunakan

“Maka dari itu, ketika kita menggunakan gas alam (gas bumi), sangat praktis,” ungkap Ghani.

Direktur Utama PGN Gagas, Santiaji Gunawan menjelaskan, bahwa PGN Gagas menyediakan jaringan gas bumi menggunakan metode beyond pipeline melalui CNG untuk SPPG yang belum terdapat jaringan gas pipa. Truk-truk gas mengambil pasokan gas dari sumber terdekat untuk disalurkan ke dapur-dapur SPG.

“Saat ini, PGN Gagas tengah menjajaki penyaluran gas untuk SPPG di Cirebon dan Lampung,” jelas Santiaji.

Gas bumi yang berbentuk CNG dari Stasiun Pengisian CNG terdekat dibawa menggunakan Gas Transport Module (GTM) setiap hari. Selanjutnya GTM akan mengisi CNG ke Gaslink Cylinder yang dialirkan ke instalasi pipa gas dapur SPPG Gagaksipat. Melalui sistem ini, operasional dapur SPPG yang berjalan  pukul 20.00 WIB hingga 10.00 WIB dapat berlangsung secara terus menerus tanpa henti.

“Pasokan gas bumi yang stabil dapat memastikan operasional dapur SPPG dapat berjalan lancar. Penggunaan gas bumi skala besar seperti program MBG juga akan membuat proses memasak menjadi lebih cepat dan efisien,” imbuhnya.(fin/adv)

Pos terkait