SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Jombang – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menggelar sosialisasi dan edukasi keselamatan penggunaan gas bumi di Balai Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Kegiatan di wilayah Sales and Operation Region (SOR) III ini dihelat bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terkait keamanan jaringan gas (jargas) rumah tangga sekaligus mendorong pemanfaatan gas bumi sebagai energi alternatif pengganti LPG.
Area Head PGN Area Sidoarjo, Heri Frastiono, mengatakan, sosialisasi keamanan dan keselamatan penggunaan gas bumi ini penting mengingat jumlah pelanggan jargas di Jombang terus bertambah dengan layanan gas mengalir selama 24 jam.
“Selama ini pelanggan sudah terlayani 24 jam gas mengalir, sehingga gas bumi yang praktis, murah, efisien, serta ramah lingkungan ini harus termanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” katanya dalam keterangan tertulis diterima Suarabanyuurip.com, Kamis (30/4/2026).
Heri, sapaan akrabnya, menegaskan, aspek keamanan menjadi prioritas utama dalam layanan PGN. Masyarakat diedukasi untuk melakukan langkah penanganan awal jika terjadi indikasi kebocoran, seperti menutup kran utama dan membuka ventilasi udara.
PGN juga menyiagakan layanan tanggap darurat 24 jam melalui Pertamina Contact Center 135. Petugas lapangan dilengkapi teknologi Laser Mini Methane (LMM) untuk mendeteksi kandungan gas secara cepat dan akurat.
Masyarakat juga diimbau tidak panik apabila terjadi sesuatu hal, karena tinggal menghubungi PGN melalui Pertamina Contact Center 135.
”Petugas lapangan kami sangat sigap dan dilengkapi alat Laser Mini Methane (LMM) untuk mendeteksi kandungan gas secara akurat dan cepat,” tambahnya.
Selain edukasi keselamatan, PGN juga memperkenalkan aplikasi PGN Mobile yang memungkinkan pelanggan melakukan pencatatan meter mandiri secara digital. Inovasi ini memberi kemudahan dalam memantau penggunaan energi secara praktis.
Lebih lanjut, Heri menyebut, pemanfaatan gas bumi kini tidak hanya untuk memasak, tetapi juga dapat digunakan untuk pemanas air (water heater) hingga kebutuhan pendingin (refrigerant).
Fleksibilitas ini diharapkan meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang membutuhkan energi stabil.
PGN berkomitmen terus melakukan sosialisasi secara berkelanjutan ke berbagai wilayah. Strategi “getok tular” dinilai efektif untuk memperluas jangkauan pelanggan baru yang ingin beralih dari LPG ke gas bumi.
Dengan sinergi edukasi langsung dan pemanfaatan media digital, PGN optimistis kemandirian energi lokal dapat terwujud melalui pemanfaatan energi domestik yang lebih ramah lingkungan.
Heri menjelaskan, pelanggan jargas di Jombang saat ini didominasi sektor rumah tangga dan pelaku usaha kecil dengan total sekitar 4.859 pelanggan. Penggunaan gas bumi dinilai lebih efisien karena berbasis meteran sehingga biaya yang dibayar sesuai pemakaian.
“Pelanggan rumah tangga memang banyak tapi volumenya kecil, sementara industri jumlahnya sedikit namun volumenya besar. Keunggulannya adalah efisiensi, karena gas bumi ini terukur, apa yang digunakan itulah yang dibayar,” jelas Heri.
Kegiatan ini mendapat dukungan pemerintah setempat. Kepala Desa Pesantren, Achmad Wahyudi menilai, edukasi langsung sangat efektif untuk menghilangkan kekhawatiran warga terhadap keamanan jargas.
“Kami menyambut baik sosialisasi ini agar warga merasa aman dan paham betul bahwa gas bumi ini solusi terbaik yang lebih aman dan nyaman bagi kebutuhan dapur maupun usaha mereka,” ungkapnya.
Manfaat kegiatan juga dirasakan warga, salah satunya Nunuk Ainur Rohmah. Nunuk mengaku, kini lebih memahami cara penanganan jika terjadi kebocoran gas.
“Mengikuti acara ini sangat bermanfaat bagi saya, terutama jadi tahu cara menangani kalau ada bau gas atau kebocoran di dapur. Sekarang saya jadi lebih tenang dan paham langkah-langkahnya, ternyata cukup buka jendela dan lapor ke petugas kalau ada kendala,” tuturnya.(fin/adv)
PGN SOR III Sosialisasi dan Edukasi Keamanan Jargas di Jombang





