Dua Bocah 8 Tahun di Bojonegoro Meninggal Terseret Arus Sungai Merkuris

Bocah tenggelam di sungai Merkuris
Petugas TNI dan Polri serta terkait saat mengecek lokasi tempat dua bocah 8 tahun di Bojonegoro meninggal terseret arus Sungai Merkuris.

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Dua bocah berumur 8 tahun ditemukan meninggal setelah diduga terseret arus Sungai Merkuris turut Desa Kabalan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Isak tangis keluarga pecah terdengar di tepian sungai.

Kejadian nahas ini bermula, pada Minggu (09/03/2025) sekitar pukul 13.00 WIB. Ketika itu tiga anak sebaya, yaitu Fahri Zayat Erlangga (8) dan Mohamada Arka Bayu Setiawan (8) dan Azwan Rafizqy Ghulfa (7) berangkat ke Sungai Mekuris dekat rumah mereka.

Ketiganya bermaksud memancing dan bermain di Sungai Merkuris. Saat sedang bermain sambil berenang itu, mereka terseret arus sungai. Namun Arfan berhasil menepi. Sementara Fahri dan Arka terbawa arus dan tenggelam.

Atas kejadian itu, lalu Arfan meminta tolong ke dua warga terdekat, yakni Arif dan Munir yang saat itu berada di sekitar lokasi. Kedua warga itu langsung mencari dua korban dengan menyelami sungai.

“15 menit kemudian 2 korban ditemukan dan sudah dalam keadaan meninggal dunia,” tutur Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Heru Wicaksi kepada Suarabanyuurip.com, Minggu (09/03/2025) petang.

Baca Juga :   AJI Bojonegoro Kukuhkan Anggota Baru

Dijelaskan, petugas medis telah memeriksa kedua korban, dan tidak ditemukan tanda-tanda bekas luka akibat kekerasan atau penganiayaan. Korban diduga meninggal dunia murni akibat tenggelam karena tidak bisa berenang.

“Korban tenggelam sudah selesai divisum dan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” ujar Heru Wicaksi.

Ditambahkan, bahwa dari hasil olah tempat kejadian oleh Tim Gabungan BPBD dan TNI Polri diketahui, Sungai Merkuris yang melintas di Dusun Kendal, Desa Kabalan, Kecamatan Kanor tersebut terpantau dalam.

“Sungai Merkuris tersebut muka airnya pun tinggi dikarenakan aliran tidak bisa lancar masuk ke Bengawan Solo yang saat ini sedang dalam Level Siaga Kuning,” tandasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait