SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Semburan gas rawa dari pengeboran sumur di Desa Klepek, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur disulut api agar terbakar. Gas tersebut sengaja dihidupkan api untuk mengetahui mampu bertahan berapa lama.
“Kemarin sore melakukan flare gas dari Pertamina EP Sukowati. Namun sebelum gas dari sumur dihidupkan api, lokasi pembakaran dijauhkan dari pemukiman warga, yakni di persawahan,” kata Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Heru Wicaksi.
Dia mengatakan, berdasarkan informasi dari Pertamina semburan api yang sudah dilakukan flaring diperkirakan akan bertahan hingga seminggu kedepan. Namun apabila isi kantung gas habis, api akan padam dengan sendiri.
“Lokasi gas flaring berjarak sekitar 100 meter dari pemukiman, yakni jauh aktivitas manusia,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Minggu (23/3/2025).
Melihat semburan apinya cukup besar, lanjut dia, agar warga tidak mendekat ke lokasi semburan gas karena sangat berbahaya. Sebab, saat kejadian pertama semburan gas yang terbakar sudah menimbulkan korban warga setempat.
Diwartakan sebelumnya, Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Agus mengatakan, kebakaran terjadi saat sejumlah warga melakukan pengeboran sumur, ternyata ada gas yang menyembur dari lubang sumur. Itu diketahui saat salah satu mensulut rokok di dekat sumur, gas yang keluar langsung bereaksi dan terjadi kebakaran.
“Aroma gas sangat menyengat usai pengeboran sumur sampai di kedalaman 60 meter,” katanya kepada suarabanyuurip.com.
Akibat peristiwa tersebut, Kepala Dusun Desa Klepek Dwi Puryanto terkena semburan api karena berada di dekat semburan. Dia menambahkan, korban menderita luka bakar.
“Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Sukosewu, dan saat ini telah dirujuk ke RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro,” tambahnya.(jk)





