Gubernur Jatim Khofifah Didampingi Wabup Nurul Layat Istri Pendiri Ponpes Al-Rosyid Bojonegoro

Gubernur Jatim Khofifah dan Wabup Nurul Azizah
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa (paling kiri) dan Wabup Bojonegoro, Nurul Azizah (dua dari kiri) disambut oleh KH. Alamul Huda Masyhur, saat melayat Nyai Hj. Malikah Masyhur, istri Pendiri Ponpes Al Rosyid.(ist/amin)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa didamping Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Nurul Azizah melayat Nyai Hj. Malikah Masyhur, istri Pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Rosyid, Minggu (23/05/2025). Almarhumah berpulang ke Rahmatullah, Selasa (18/03/2025), sekitar pukul 04.00 WIB, dan telah dimakamkan pada hari yang sama.

Khofifah Indar Parawansa dan Nurul Azizah disambut langsung oleh Pemimpin Ponpes Al Rosyid, KH. Alamul Huda Masyhur dan pengasuh, yakni KH. Shofiulloh Masyhur, beserta seluruh keluarga besar.

Dalam lawatan ini juga nampak Kepala Kemenag Bojonegoro Abdul Wahid, dan Kepala Baznas Bojonegoro, H. Wakhid Priyono. Begitu pula Pengasuh Ponpes Abu Dzarrin KH. Muna’amul Khoir, Pengasuh Ponpes Al-Aziz KH. Ainur Rofiq serta puluhan ustadz-ustadzah yang mengajar di Ponpes Al-Rosyid.

“Saya bersyukur masih bisa takziah atas wafatnya beliau, almarhumah istri pendiri Ponpes Al-Rosyid, Mbah Nyai Malikah Masyhur, saya turut berduka cita sedalam-dalamnya atas kepergian beliau,” kata Gubernur Jatim, Khofifah.

Sementara KH. Alamul Huda Masyhur mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari perempuan yang pernah menjabat Menteri Sosial di kabinet Presiden Joko Widodo mulai tahun 2014-2018 itu.

Baca Juga :   Wabup Nurul Buka Sosialisasi dan Edukasi 'Gerimis Madu'

Kiai terkenal egaliter dan aktif dalam kegiatan kerukunan antara umat beragama ini menceritakan, bahwa Nyai Hj. Malikah Masyhur, ibunya itu merupakan sosok seorang pejuang.

“Beliau janda selama 51 tahun ditinggal Bapak wafat duluan dengan meninggalkan anak yang banyak. Yang paling kecil baru berumur 36 hari itu,” terang Gus Huda, begitu ia karib disapa sambil menunjuk putra Nyai Hj. Malikah Masyhur yang paling kecil.

“Ibu saya adalah Pengurus Muslimat NU yang sangat gigih, kalau sudah dengar kegiatan Muslimat atau NU pasti berangkat pokoknya,” lanjutnya.

Di akhir lawatan, Gubernur Khofifah dan Wabup Nurul Azizah diberi cinderamata berupa buku biografi Nyai Hj. Malikah Masyhur yang ditulis oleh Kholisoh.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait