Cabdindik Bojonegoro Tegaskan 15 April 2025 Ijazah SMA Negeri Telah Diserahkan

Hidayat Rahman.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro dan Tuban, Hidayat Rahman.

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur, Wilayah Bojonegoro dan Tuban, menyatakan bahwa seluruh ijazah lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri dalam kawasan kerjanya telah diserahkan.

“Seiring adanya nota dinas saya kemarin, untuk sekolah-sekolah yang ijazahnya ada yang belum diambil, meskipun sudah melakukan pemberitahuan, saya beri batas waktu terakhir pada tanggal 15 April 2025, untuk kemudian kami rekam,” kata Kepala Cabdindik Provinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro dan Tuban, Hidayat Rahman kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (16/04/2025).

Tercatat dalam rekam data yang dimiliki, rata-rata SMA Negeri di wilayah Bojonegoro telah mencapai 100 persen menyerahkan ijazah kepada alumni masing-masing. Adapun sebagiannya tercapai 99 dan 97 persen.

Data yang direkam itu berasal dari tim yang diterjunkan ke masing-masing sekolah, baik di Bojonegoro maupun di Tuban. Sehingga diketahui beberapa faktor penyebab masih ada sedikit ijazah dari beberapa sekolah yang belum diambil.

Dalam catatannya, sebab alumnus yang belum mengambil antara lain lebih banyak karena belum memiliki waktu untuk mengambil. Biasanya karena yang bersangkutan telah bekerja di tempat yang jauh dari tempat tinggalnya hingga ke luar Jawa.

Kendati, lanjut mantan Kepala SMKN Singgahan ini, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur mengimbau kepada seluruh satuan pendidikan agar semua ijazah tuntas diambil oleh pemiliknya pada akhir bulan April 2025. Sehingga ketika menatap Hari Pendidikan 2 Mei 2025 sudah tidak ada lagi ijazah belum terambil.

Baca Juga :   Tahun Ajaran Baru, Sekolah Dilarang Jual Beli Seragam

“Oleh karena itu dengan segala cara, ya mendatangi wali murid, bagaimanalah, nanti wali murid dikasih surat pengantar agar meyakini bahwa mengambil ijazah itu gratis,” ujarnya.

Dengan begitu, sebelum bulan April 2025 habis, seluruh ijazah tingkat SMA, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Sekolah Luar Biasa (SLB), baik di wilayah Bojonegoro maupun Tuban sudah seluruhnya tersalurkan.

“Maka tim kami ini selain memberi waktu sesuai nota dinas, juga mengikuti rentang waktu yang diberikan oleh Bapak Kadin Pendidikan Provinsi Jawa Timur hingga akhir bulan April ini,” bebernya.

Meski demikian, jika ada pihak sekolah yang masih didapati menyimpan ijazah belum diambil harus disertai dengan alasan yang jelas. Misalnya lulusan belum melakukan cap tiga jari, tanda tangan, dan ijazah belum ada stempel dari sekolah. Tanpa alasan tersebut, ijazah tidak boleh ditahan.

“Kami juga ucapkan terima kasih kepada Ibu Wakil Bupati Nurul Azizah berkenan membantu kami dengan sidak kemarin, ini artinya sinergi membangun Bojonegoro yang lebih baik,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah melakukan kunjungan mendadak dan diterima oleh Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kurikulum, Siti Khoiriyah didampingi Hubungan Masyarakat (Humas) SMAN 4 Bojonegoro, Istiadah. Sebab, kepala sekolah sedang berada di luar kota dalam satu kegiatan.

“Sesuai informasi yang beredar di medsos hari ini atas seizin Pak Bupati saya diutus untuk cek ijazah yang tertahan di SMAN 4, kami cek apakah betul, dan ternyata ini ada 14 ijazah yang belum diambil oleh siswa yang lulus,” kata Nurul Azizah di ruang kepala sekolah, Kamis (10/04/2025) lalu.

Baca Juga :   Atasi Pencemaran Lingkungan, Mahasiswa Unigoro Olah Limbah Tahu Jadi Pupuk Organik

Menurut keterangan yang ia terima dari pihak sekolah, 14 ijazah itu belum diambil (bukan ditahan, red.) oleh karena beberapa sebab, tetapi intinya yang bersangkutan sendiri memang belum mengambil ijazah masing-masing dimaksud.

“Maka kami mengimbau kepada bapak/ibu guru dan kepala sekolah, bahwa hari ini juga siswa yang mau mengambil ijazah harus dipersilakan diserahkan tanpa ada embel-embel apapun,” ujarnya setelah memeriksa tumpukan ijazah tahun 2024 yang belum diambil pemiliknya.

“Sesuai dengan kesepakatan, akan diinformasikan lagi kepada seluruh 14 siswa untuk segera mengambil ijazah tanpa ada uang sepeserpun,” lanjutnya disahut kesanggupan pihak sekolah jika hal itu juga sudah dilakukan.

Terpisah, Kepala SMAN 4 Bojonegoro, Shofwan Hidayat melalui Waka Kurikulum, Siti Khoiriyah menyebutkan, pelajar lulusan tahun 2024 lalu ada sebanyak 319 siswa. Ijazah tersebut sudah bisa diambil mulai bulan Juli pada tahun itu.

Dari 319 lulusan pada 2024 itu, hanya 14 yang belum mengambil. Jauh jauh hari sebelumnya pihaknya sudah memberitahukan dengan berbagai cara, baik melalui wali kelas, melalui Whatsapp, juga sudah disampaikan dan dinformasikan secara umum.

“Jadi tidak benar ada penahanan ijazah sebagaimana informasi yang beredar di IG, kami sendiri tidak tahu kenapa ijazah mereka belum diambil,” tegasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait