Bupati dan Wabup Bojonegoro Akomodir Kepala Pasar Daerah untuk Melakukan Gerakan Bersih Pasar

Bupati Setyo Wahono dan Wabup Nurul Azizah saat berdialog langsung dengan para pedagang.
Bupati Setyo Wahono dan Wabup Nurul Azizah saat berdialog langsung dengan para pedagang.(ist/prokopim)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Jawa Timur, Setyo Wahono dan Nurul Azizah, mengakomodir para kepala pasar daerah dan para pedagang bersama pemerintah daerah untuk bersama-sama menjalankan Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nasional (Gernas Mapan).

Gerakan yang digagas oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Perdagangan tersebut merupakan upaya untuk menciptakan pasar yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Hal tersebut tercetus dalam agenda bertajuk “Rakor Pengelolaan Sampah”. Tak seperti biasanya di mana rapat lazim dihelat dalam ruangan berpendingin udara, rapat koordinasi ini dilaksanakan di Pasar Banjarejo Bojonegoro.

Majelis itu diikuti oleh Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disdagkop UM), Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), para Pengelola Pasar Daerah dan Desa di Kabupaten Bojonegoro, serta pedagang Pasar Banjarejo.

Bupati Setyo Wahono mengatakan, pasar merupakan pusat perekonomian masyarakat yang berperan penting dalam mendukung kegiatan perdagangan dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Namun, pengelolaan sampah yang kurang optimal serta kurangnya kesadaran pedagang dan pengunjung masih menjadi tantangan besar.

Baca Juga :   Menteri Hukum Keluarkan Paten untuk Teknologi Reklamasi Sistem Tanam Alur 
Bupati Setyo wahono
Bupati Setyo Wahono dan Wabup Nurul Azizah pimpin rapat koordinsi langsung di Pasar Banjarejo.(ist/prokopim)

Oleh sebab itu maka Gernas Mapan adalah upaya untuk menciptakan lingkungan pasar yang sehat, higienis, dan nyaman, berdaya saing sekaligus meningkatkan partisipasi pedagang dan masyarakat dalam menjaga kebersihan.

Adik kandung Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno itu menekankan bahwa kebersihan dan kesehatan lingkungan termasuk dalam program prioritas kepemimpinannya.

Selain itu pihaknya menyatakan siap mendukung program tersebut untuk menciptakan pasar tradisional yang berdaya saing.

“Saya mengajak seluruh petugas dan pedagang pasar untuk melakukan kegiatan membersihkan pasar secara rutin. Serta dapat melakukan langkah-langkah nyata dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas,” katanya dalam keterangan tertulis kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (7/5/2025).

Tak hanya memimpin rapat, dalam kesempatan ini, Setyo Wahono dan Nurul Azizah juga berdialog langsung dengan pengelolaa pasar daerah dan desa. Di mana dari dialog itu terungkap sejumlah tantangan yang masih menghambat efektivitas pengelolaan sampah di pasar rakyat.

Baca Juga :   Wabup Nurul Azizah Buka MPLS Sekolah Rakyat Menengah Atas 36 Bojonegoro

Beberapa di antaranya adalah penggunaan kantong plastik sekali pakai yang sulit terurai, tempat Penampungan Sementara (TPS), dan jadwal pengangkutan sampah yang belum optimal.

Menjawab persoalan yang diketahui dari penyampaian aspirasi tersebut. Wabup Nurul Azizah menyatakan, bahwa hal itu menjadi kesempatan bagi seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui inovasi-inovasinya.

“Dan menanamkan semangat bersih pasar untuk mengelola sampah secara efektif, sekaligus menumbuhkan kesadaran dan semangat menjaga kebersihan dan kenyamanan seluruh pengguna pasar,” tandas perempuan mantan Sekretaris Daerah ini.(fin/adv)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait