SuaraBanyuurip.com – Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono menandatangani komitmen pembangunan geopark berkelanjutan di Indonesia”s Geopark Leader Forum, Rabu (3/12/2025), di Jakarta. Kegiatan ini diselengarakan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Kegiatan tersebut dihadiri 15 gubernur, dan 49 kepala daerah yang wilayahnya memiliki goepark, kementerian/lembaga yang tergabung dalam Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI).
Tujuan Indonesia”s Geopark Leader Forum ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas pemerintah daerah utamanya kepala daerah terhadap konsep pengelolaan geopark secara berkelanjutan. Selain itu, memperkuat komitmen kepala daerah dalam pengembangan geopark sebagai bagian dari pembangunan daerah.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmad Pambudi menegaskan, geopark merupakan aset masa sepan yang dimanis. Geopark tidak boleh dipandang sebagai warisan statis, melainkan harus sebagai laboratorium alam terbuka yang menghadirkan literasi lingkungan, budaya, serta ruang kolaborasi yang konkret antar pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat.
Menurutnya, pengembangan geopark bertumpu pada tiga pilar utama konservasi, edukasi, dan peningkatan ekonomi lokal yang berlandaskan keragaman geologi, keanekaragaman hayati, dan kekayaan budaya.
“Indonesia saat ini memiliki 12 UNESCO Global Geopark (UGGp) dan ditargetkan bertambah menjadi 17 pada 2029,” jelasnya saat memberikan sambutan.

Di tempat yang sama, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengingatkan pentingnya kepala daerah memahami manfaat pengembangan geopark, karena memiliki nilai strategis.
“Pengembangan Geopark memiliki manfaat luas. Bukan hanya sebagai warisan geologi, tapi juga sarana edukasi, penelitian, hingga peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat melalui penguatan ekonomi berbasis wisata,” tegasnya.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono mengapresiasi Indonesia”s Geopark Leader Forum karena dapat memberikan pemahaman baru dan memperluas jejaring terkait pembangunan goepark secara berkelanjutan.

Menurut Bupati Wahono, kegiatan ini semakin menguatkan komitmen Pemkab Bojonegoro untuk mengembangkan dan membangun geopark Bojonegoro secara berkelanjutan. Terlebih Geopark Bojonegoro sudah menyandang status geopark nasional, dan sekarang ini sebagai Aspiring UGGp atau kandidat geopark yang sedang berproses menuju pengakuan resmi dari UNESCO.
“Semoga Geopark Bojonegoro bisa segera menyandang status UGGp,” harapnya.(red)
Berikut 5 Lokasi Utama Geopark Bojonegoro berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor: 55.K/HK.02/MEM.G/2021 tentang Penetapan Kawasan Cagar Alam Geologi Kabupaten Bojonegoro:
1. Petroleum System Wonocolo, Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan.
2. Struktur Antiklin Kawengan, Desa Kawengan, Kecamatan Kedewan.
3. Kayangan Api, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem.
4. Kedung Lantung, Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras.
5. Fosil Purba Gigi Hiu, Desa Buntalan, Kecamatan Temayang.





