EMCL Bersama ALAS Sosialisasikan Program Ayam Petelur di 3 Desa Sekitar Lapangan Migas Blok Cepu

Sosialisasi program ayam petelur
EMCL bersama ALAS Institute dan terkait sosialisasikan program ayam petelur kepada penerima manfaat di Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.(alamsyah)

SuaraBanyuurip.com — M. Alamsyah Syarifudin

Bojonegoro – Operator ladang minyak dan gas bumi (Migas) Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama organisasi non pemerintah, Aksi untuk Lingkungan Alam dan Sosial (ALAS) Institute mensosialisasikan program ayam petelur rumah tangga di tiga desa sekitar Lapangan Migas Banyu Urip dan Kedung Keris, Blok Cepu.

Ketiga desa itu yakni, Desa Leran, Kecamatan Kalitidu, Desa Bonorejo dan Sudu, Kecamatan Gayam. Program disuluhkan ini bernama “Ayam Petelur untuk Keluarga Pra-Sejahtera Produktif”.

Program tersebut didukung penuh oleh EMCL melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Blok Cepu. Namun program ini diselaraskan sehingga merupakan bagian dari program yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur.

Pemkab Bojonegoro menggulirkan program serupa, yang dinamai Gerakan Ayam Petelur Mandiri, dipendekkan dengan akronim “Gayatri”. Program selaras dengan Gayatri ini telah diluncurkan di Balai Desa Gayam pada Selasa, 22 April 2025.

Sosialisasi program ayam petelur
EMCL bersama ALAS Institute saat sosialisasikan program ayam petelur skala rumah tangga di Balai Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.(arifin jauhari)

Sosialisasi ke tiga desa tersebut dihadiri para keluarga penerima manfaat (KPM), jajaran pemerintah desa, perwakilan EMCL, mitra pendamping program dari ALAS Insititute. Untuk Desa Leran, Kecamatan Kalitidu, telah usai pada 22 Mei 2025. Selanjutnya, Desa Bonorejo, dan Desa Sudu, Kecamatan Gayam, pada Senin (26/5/2025).

Baca Juga :   Tekan Biaya Pengeluaran, Keluarga Miskin di Bojonegoro dapat Bantuan Bibit Sayuran

KPM program ayam petelur rumah tangga ini merupakan keluarga prasejahtera yang tercatat dalam Data Mandiri Kemiskinan Daerah (Damisda), dan telah dilakukan verifikasi. Data keluarga yang terverifikasi ini kemudian yang mendapatkan program ayam petelur.

Dalam sosialisasi ini, KPM mendapat pengetahuan tentang beternak. Mulai dari merawat ayam dengan baik, menjaga produksi tetap maksimal dan cara mengatasi masalah dalam hal beternak ayam bertelur.

Kepala Desa (Kades) Bonorejo, Rachmad Aksan menyambut baik sosialisasi ini. Ia mengaku ingin mengentaskan kemiskinan yang dialami masyarakat. Datanya berasal dari Damisda dan pemerintah desa telah memilah yang pantas dan mampu untuk program berkelanjutan ini.

“Harapannya masyarakat yang mendapat program ini bisa berkembang dan sukses didunia peternakan khususnya ayam petelur ini dan bisa membantu perekonomian keluarga,” kata kades yang telah menjabat pada periode ketiga ini.

Program ayam petelur
EMCL bersama ALAS Institute dan teterka saat sosialisasi program ayam petelur di Desa Leran, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.(ist/arul)

Senada, Kepala Desa Sudu, Abdul Manan menegaskan, masyarakat agar menjaga dan serius menjalankan program ini. Jika tidak terlaksana dengan baik tentu akan diberi sanksi. Yakni, ke depannya tidak akan mendapat bantuan lagi.

Baca Juga :   Dukung Ketahanan Pangan dan Kemandirian Ekonomi, EMCL-PIB Gulirkan Program Ayam Petelur Rumah Tangga

“Pemerintah desa akan ikut serta membantu kesulitan warga dalam menangani masalah selama perawatan, agar tidak terjadi kegagalan,” ucapnya.

Sementara Perwakilan EMCL, Slamet Riyadi menambahkan, program ayam petelur rumah tangga yang digulirkan EMCL ini merupakan program pengembangan masyarakat (PPM) di bidang ekonomi untuk mendukung program pengentasan kemiskinan yang dilaksanakan Pemkab Bojonegoro.

Dia menegaskan agar perekonomian masyarakat bertambah. Untuk itu masyarakat diminta agar berhati-hati dalam memilih pakan, supaya ayam bisa bertelur dengan baik.

“Kami dari EMCL berharap pemberdayaan ini harus tetap berkelanjutan,” tegasnya dalam sambutannya disosialisasi di Balai Desa Bonorejo, Senin (26/5/2025).

Di tempat yang sama, Project Manager Program ALAS, Arul Efansyah menyampaikan, program ini tidak hanya dari EMCL tetapi juga selaras dengan Program Gayatri dari Pemkab Bojonegoro.

“Setiap KPM mendapat 54 ayam petelur,” ujar Arul.

Arul menyampaikan pula kepada penerima manfaat bisa mengontrol telur hasil produksi yang dikonsumsi untuk kebutuhan sehari-hari dan yang dijual. Agar bisa menambah pendapatan dan membeli pakan ayam.

“Insyaallah, kami bersemangat menjalankan program,” kata Sukijan, salah satu penerima manfaat dari Desa Bonorejo.(lam/fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait