SuaraBanyuurip.com – Sekolah Sepak Bola Indonesia Muda (SSB IM) Bojonegoro, Jawa Timur,, menorehkan sejarah baru setelah tujuh tahun tidak mengukir prestasi. SSB tertua di kabupaten penghasil migas-sebutan lain Bojonegoro- ini berhasil menjadi juara Piala Soeratin 2025 Usia- 15, dan runner U-13.
SSB Indonesia Muda U-15 berhasil mengalahkan SM Purwosari di laga final dengan skor 1-0 di Stadion Letjen H Soedirman, Sabtu (7/6/2025) lalu, dan dipastikan melaju ke tingkat provinsi mewakili Bojonegoro. Sedangkan SSB Indonesia Muda U-13 berada dirunner up setelah kalah dari SSB Taruna Sumberrejo dengan skor akhir 1-3.
Bangkitnya SSB Indonesia Muda hingga meraih juara Piala Soeratin U-15 ini tidak lepas dari dukungan Setyo Wahono. Dukungan itu diberikan jauh hari sebelum menjadi Bupati Bojonegoro.
Kepedulian Setyo Wahono terhadap atlet muda sepak bola Bojonegoro ditunjukkan ketika salah satu pemain SSB Indonesia Muda terkena musibah saat pertandingan Piala Soeratin U-13 tahun 2023 lalu, di Stadion Letjen H Soedirman. Tegar DwiPrasetiyo meninggal dunia setelah tersambar petir saat bermain melawan SM Purwosari.
“Mas Wahono saat itu datang ke rumah duka dan memberikan santunan kepada keluarga almarhum. Padahal saat itu belum ada kabar Mas Wahono akan maju mencalonkan Bupati Bojonegoro,” kata Wakil Ketua SSB Indonesia Muda, Supardi.
Kepedulian Setyo Wahono terhadap pembinaan atlet dan kemajuan sepak bola muda Bojonegoro juga diperlihatkan ketika SSB Indonesia Muda mengikuti kompetisi di Yogyakarta. Pria kelahiran Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, itu dengan sukarela membiayai semua kebutuhan pemain, official, dan menyediakan transportasi.
Begitu juga saat SSB Indonesia Muda mengarungi kompetisi Piala Soeratin 2025, Setyo Wahono yang sudah resmi menjabat Bupati Bojonegoro tetap peduli dengan atlet muda sepak bola. Melalui Yayasan Mannah, lembaga sosial milik keluarganya, telah memberikan bantuan kostum dan perlangkapan lainnya kepada SSB Indonesia Muda.
“Bisa dibilang Mas Wahono ikut berperan membangkitkan SSB Indonesia Muda. Dan, Juara Piala Soeratin 2025 U-15 ini merupakan kado kami bersamaan beliau telah menjadi Bupati Bojonegoro,” tutur Pardi.
Mantan pemain Persibo Bojonegoro ini melanjutkan, keberhasilan SSB Indonesia Muda meraih juara Piala Soeratin U-15 merupakan prestasi yang membanggakan. Sebab semua pemain merupakan putra daerah Bojonegoro.
“Apalagi sudah tujuh tahun ini SSB Indonesia Muda belum pernah menjadi juara, karena sebelumnya hanya sampai lolos babak 8 besar. Alhamdulillah tahun ini bisa menjadi juara,” tuturnya.
Pardi menambahkan, akan berupaya maksimal mempersiapkan SSB Indonesia Muda dalam pertandingan tingkat Provinsi Jatim mewakili Bojonegoro.
“Tentu kita akan berjuang lebih keras lagi, karena lawannya nanti pasti jauh lebih berat, karena levelnya sudah beda,” pungkas pengurus Askab PSSI Bojonegoro ini.

Ketua Askab PSSI Bojonegoro, Sally Atyasasmi menjelaskan, Piala Soeratin U-13 dan U-15 ini merupakan agenda rutin yang wajib dilaksanakan Askab PSSI. Pesertanya adalah SSB dan klub internal. Jumlahnya peserta tahun 2025 ini 24 tim U-13 dan 26 tim U-15.
“Jumlah peserta ini menunjukkan geliat sepak bola usia dini semakin meningkat, dan pembinaan sepak bola usia dini berjalan,” tegasnya.
Sally berharap kompetisi usia dini Piala Soeratin ini dapat mewadahi bakat pemain-pemain muda. Selain itu sebagai sarana melatih tak tik dan strategi, membentuk mental dan karakter pemain muda dalam bertanding.
“Banyak pemain sepak bola muda asal Bojonegoro yang bermain di sepakbola nasional baik di klub maupun di timnas. Untuk itu bakat-bakat mereka penting diwadahi dan disalurkan dalam kompetisi-kompetisi mulai dari usia dini,” tandas Politisi Partai Gerinda yang mejabat Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro ini.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengapresiasi preatasi yang telah diraih SSB Indonesia Muda di Piala Soeratin 2025. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari semangat melakukan pembinaan sepakbola usia dini untuk mencetak atlet muda bertalenta.
Bupati Wahono berpesan pemain sepakbola muda Bojonegoro terus semangat dan disiplin berlatih agar bisa meniru keberhasilan Alberto, yang kini memperkuat Tim Nasional.
Pemkab Bojonegoro, lanjut dia, akan selalu hadir dalam setiap even olahraga sebagai pendamping, sponsor, serta berperan aktif mengatasi berbagai kekurangan di setiap cabang olahraga. Dengan begitu, olahraga Bojonegoro semakin maju dan mampu melahirkan lebih banyak atlet muda berprestasi
“Infrastruktur olahraga akan kami perbaiki, pembinaan dan pengembangan olahraga khususnya sepak bola juga akan terus kita lakukan. Kita akan bangun Stadion Bojonegoro,” tegas Mas Bupati, panggilan akrab Bupati Setyo Wahono.(red)






