SuaraBanyuurip.com – M. Alamsyah Syarifudin
Bojonegoro – Para pesilat perwakilan dari Bojonegoro Kampung Pesilat (BKP) Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meraih penghargaan sebagai kontingen terkompak dalam Kejuaraan Pencak Silat Kapolres Bojonegoro Cup IV 2025.
Kompetisi beladiri asli Budaya Bangsa Indonesia tahun ini diikuti oleh 12 perguruan pencak silat yang tergabung dalam BKP. Mereka bersaing di empat kelas kategori tanding putra (A–D), tiga kelas kategori tanding putri (A–C), serta kategori seni beregu kreatif BKP yang menampilkan koreografi khas bela diri nusantara.
Perhelatan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79 Tahun 2025 itu dipusatkan di Gelanggang Olahraga (GOR) Polres Bojonegoro, Minggu (15/6/2025), selama dua hari, mulai 15 hingga 16 Juni 2025.
“Alhamdulillah kita dapat nominasi BKP terkompak,” kata Kapolsek Gayam AKP Mochammad Safi’i melalui Kanit Intelkam Aipda Addy Rudiyanto kepada Suarabanyuurip.com, Senin (16/6/2025).
Kanit Intelkam Polsek ring satu ladang minyak Banyu Urip, Blok Cepu ini menjelaskan, bahwa Perwakilan BKP Gayam terdiri 4 perguruan yaitu, SH Terate, Pagar Nusa, IKSPI Kera Sakti, dan Margaluyu 151. Dari setiap perguruan itu diambil dua orang untuk penampilan di kejuaraan rutin tahunan ini.
“Semoga seluruh perguruan silat yang ada di Gayam pada khususnya dan Bojonegoro pada umumnya semakin kompak dan tidak ada lagi konflik antar Perguruan,” harapnya.
Sementara Ketua BKP, Wahyu Subakdiono menyampaikan, pelaksanaan Kapolres Bojonegoro Cup IV 2025 yang ditandingkan terdiri dari pertandingan dan juga seni ini diikuti oleh berbagai perguruan yang ada di setiap Kecamatan di Bojonegoro.
“Alhamdulillah acara ini punya atensi yang baik dari Kapolres Bojonegoro dan insyaallah ini akan menjadi sebuah kegiatan yang rutin dilakukan oleh BKP, dalam hal ini sebagai mitra Polres Bojonegoro,” ungkapnya.
Pria yang juga pesilat sekaligus seniman ini menyebutkan, dalam kejuaraan kali ini ada beberapa hal yang perlu evaluasi. Yakni agar ke depan pelaksanaannya lebih tertib dan lebih bagus, tehnik-tehnik banyak yang berkembang. Termasuk harapan supaya di seluruh BKP se Kecamatan Bojonegoro punya antusias berpartisipasi dan kualitasnya lebih meningkat dari tahun sebelumnya.
“Dan ini perlu ditingkatkan lagi, misalkan di Kabupaten Bojonegoro alhamdulillah mendapat reward yang baik dari Polres Bojonegoro maupun dari donatur-donatur yang memberikan apresiasi terhadap pencak silat ini,” beber praktisi dan pesilat sepuh dari SH Terate ini.
Pelukis beraliran surealis ini menambahkan, jumlah peserta seni beregu kreatif BKP minimal diikuti berjumlah lima peserta. Dalam satu regu tidak boleh terdiri satu perguruan saja tetapi dengan perguruan lain yang ada ditingkat kecamatan.
“Harapannya agar bisa mewadahi perguruan lain yang tergabung dalam BKP di tingkat kecamatan, sehingga ini menjadi komunikasi baik antar perguruan di tingkat kecamatan,” ucapnya.
Kemudian karena pesertanya banyak, Wahyu menilai, perlu ada wadah lagi yang bisa dipakai untuk mewadahi BKP dan berbadan hukum.
“Misalkan (wadah yang) ada badan hukumnya atau bentuk yayasan seperti itu,” tandasnya.(alam/fin)





