SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Puncak kepulangan jemaah haji Bojonegoro, Jawa Timur terjadwal pada 1 Juli 2025 nanti. Sepuluh hari sebelum keberangkatan, jemaah haji diangkut dari Makkah menuju Madinah.
Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Masyarakat Madani Bojonegoro Sholikin Jamik mengatakan, mendekati jadwal kepulangan jemaah haji Bojonegoro sudah bersiap menuju Madinah, sebelum sepuluh hari kepulangan ke Tanah Air.
“Masih ada satu kewajiban bagi jemaah haji untuk melakukan tawaf wada, sebelum kembali ke Indonesia,” katanya, Minggu (22/6/2025).
Dia mengatakan, tawaf wada merupakan tawaf perpisahan, karena jemaah haji akan meninggalkan kabah di Masjidil Haram. Dan hukumnya wajib bagi jemaah haji, meskipun para jemaah haji tidak wajib memakai pakaian ihram.
“Pakaian biasa diperbolehkan. Tata caranya berputar mengelilingi kabah tujuh kali dan tidak dilanjutkan dengan melakukan sai,” kata mantan Panitera Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro itu.
Sholikin menjelaskan, tawaf wada hukumnya wajib bagi seluruh jemaah haji, kecuali perempuan yang sedang menstruasi. Setelah melakukan tawaf wada, jemaah langsung pulang menuju hotel. Tidak perlu salat subuh berjamaah di masjid karena sudah melakukan tawaf perpisahan.
“Tawaf wada dilakukan sekitar jam 2 malam WAS,” tandasnya.
Untuk diketahui, kepulangan jemaah haji asal Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur diawali oleh kloter 56, sebanyak 71 jemaah pada 29 Juni mendatang. Sedangkan puncak kepulangan jemaah haji Bojonegoro terjadwal pada 1 Juli 2025 nanti, sebanyak 861 jemaah akan pulang pada awal bulan tersebut.
Total terdapat 1.675 jemaah haji Bojonegoro tahun ini, yang bakal pulang sesuai jadwal hingga 11 Juli mendatang. Jumlah tersebut sudah dikurangi tiga jemaah haji yang meninggal di Tanah Suci.(jk)





