SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Jakarta – PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk, bakal membangun fasilitas regasifikasi dan penyimpanan berbasis lahan di Pulau Jawa. Sehingga ke depan, regasifikasi tak hanya berbentuk terapung atau berupa Floating Storage Regasification Unit (FSRU). Melainkan juga ada yang berada di daratan.
Direktur Utama PGN, Arief Setiawan Handoko mengatakan, rencananya terdapat berbagai tempat yang akan dibangun fasilitas regasifikasi. Salah satu fasilitas yang akan dibangun berbasis lahan akan berlokasi di Pulau Jawa.
“Itu yang tadinya pakai kapal, kita mau bikin yang cukup besar di land base, ada di Jawa misalnya nanti,” katanya dalam keterangan tertulis diterima Suarabanyuurip.com, Rabu (23/7/2025).
Tak hanya itu, PGN dia katakan juga akan mengembangkan FSRU yang sudah dioperasikan oleh perusahaan yakni FSRU Arun, Aceh. Salah satu fasilitas yakni tank 6004 disebutnya untuk diperbesar.
“Kemudian nanti kita bangun tank farm juga. Karena itu bisnis LNG storage juga menjanjikan,” ujarnya.
Untuk mewujudkan rencana itu, perusahaan menyiapkan 67 persen dari total modal belanja untuk pembangunan infrastruktur gas terutama melalui liquefied natural gas (LNG).
Oleh sebab itu pihaknya masif dalam membangun infrastruktur untuk bisa menyalurkan gas dari berbagai sumber di Indonesia dalam pemenuhan permintaan gas, terutama untuk industri.
Kendati, ia menyayangkan, karena pemanfaatan gas melalui LNG dinilai membutuhkan biaya yang lebih besar. Hal itu karena banyaknya proses yang dilakukan supaya gas dari berbagai sumber di Indonesia bisa dimanfaatkan di pusat kebutuhan.
“Untuk jadi LNG kan mahal, dari gas pipa di-liquify, diangkut, kemudian diregas di fasilitas regasifikasi kita,” terangnya.
Maka dengan demikian, PGN akan mengoptimalkan infrastruktur regasifikasi agar bisa menekan biaya regasifikasi, salah satunya pada FSRU Lampung. Ini dikandung maksud agar terjadi harga yang bisa bersaing.
“Artinya kan dapat dengan harga yang kompetitif, kejual dengan harga yang affordable buat pelanggan, itu pasti habis,” tandasnya.(fin/adv)





