PGN Area Bojonegoro Sosialisasikan Keamanan Penggunaan Gas Alam di Gayam Bojonegoro

Sosialisasi keamanan penggunaan gas alam di Desa Brabowan.
SIMBOLIS : Koordinator Pengelola Aset Jargas Pegasol, Rendi Setyadi, memberikan hadiah kuis ke para peserta sosialisasi keamanan penggunaan gas alam di Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Sales and Operation Region (SOR) III, Area Bojonegoro, melaksanakan kegiatan bertajuk “Senam Ceria dan Sosialisasi Penggunaan Gas Alam” di Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (05/08/2025).

Tak kurang dari 65 warga setempat yang mayoritas dari para ibu mengikuti agenda ini. Mereka tampak bersemangat dan antusias bergabung dalam seluruh rangkaian acara.

Sebelum senam yang dihelat pukul 07.00 WIB, para ibu yang merupakan para pelanggan gas alam PGN tersebut mendapat fasilitas layanan cek kesehatan gratis.

Setelah mengikuti senam, para peserta melanjutkan menyimak paparan sosialisasi. Paparan ini berlangsung dalam suasana rehat santai. Sebab para pelanggan PGN disuguhi makanan dan minuman yang dimasak dadakan menggunakan bahan bakar gas alam produk PGN.

Makanan dan minuman yang disediakan dalam keadaan masih panas itu dimasak oleh sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Desa Brabowan. Mulai jajanan bakwan goreng, tempe goreng, soto ayam, bakso, hingga kolak kacang hijau.

Sosialisasi keamanan penggunaan gas alam.
FOTO BERSAMA : Para pelanggan gas alam antusias mengikuti sosialisasi keamanan penggunaan gas alam yang diselenggarakan oleh PGN Area Bojonegoro di Desa Brabowan, Kecamatan Gayam.(arifin jauhari)

Koordinator Pengelola Aset Jargas Pegasol Bojonegoro, Rendi Setyadi, menyuluhkan tentang seluk beluk dan karakteristik produk PGN kepada para pelanggan. Mereka diajak lebih mengenal gas alam yang digunakan.

Baca Juga :   Komisi VII Usulkan Aturan DBH Masuk dalam UU Migas

“Gas alam PGN ini aman bapak, ibu, karena tekanannya rendah,” papar Rendi, begitu ia karib disapa.

Kendati, tidak menutup kemungkinan dapat terjadi kebocoran gas pada jaringan. Rendi lalu menyampaikan ciri-ciri adanya gas bocor. Diantaranya dari bau khas yang timbul, dan suara mendesis.

Jika diketahui tanda-tanda kebocoran gas, pelanggan diimbau tidak panik. Sejumlah langkah diperlukan jika terjadi, yakni menutup semua kran, membuka semua jendela dan ventilasi udara, serta tidak menyalakan api dan listrik.

Sedangkan titik kebocoran dapat dideteksi dengan mengoleskan air sabun. Apabila terdapat gelembung, dipastikan ada kebocoran. Titik patut diduga misalnya di meter, sambungan pipa, siku pipa, dan sambungan selang, pelanggan cukup mematikan kran.

Jika kebocoran terjadi di selang kompor, pelanggan diminta lebih mengencangkan klem pengikat selang kompor.

“Kalau kebocoroan terjadi di Sambungan Rumah (SR) tutup kran dan hubungi Pertamina Call Center 135,” tegas Rendi.

Selain unsur keamanan, Rendi pun menyampaikan perihal informasi rincian tagihan PGN yang dapat diakses melalui aplikasi PGN Mobile, dan pesan Whatsapp PGN ke nomor 081511500645.

“Jangka waktu pembayaran tagihan gas mulai tanggal 6 sampai 20 setiap bulan,” bebernya, diiringi menjadikan materi sosialisasi sebagai kuis. Peserta yang dapat menjawab mendapatkan beraneka hadiah.

Baca Juga :   Kapolres : Galian C yang Digunakan Legal
Serahkan cenderamata
Area Head PGN Bojonegoro, Faishal Arief memberikan cinderamata kepada Kades Brabowan, Adi Sucipto.(arifin jauhari)

Di tempat yang sama, Area Head PGN Bojonegoro, Faishal Arief mengatakan, pihaknya mengadakan acara temu pelanggan di wilayahnya bertujuan untuk mengedukasi keselamatan penggunaan gas bumi, serta penyampaian agar pelanggan membayar tagihan tepat waktu.

“Selain itu, pelanggan diajari pula melakukan catat meter secara mandiri, dan berbagai persyaratan jika ingin menjadi pelanggan kembali. Acara ini juga dimaksudkan untuk menjalin hubungan lebih dekat dengan pelanggan di area kami,” ungkap Faishal Arief kepada Suarabanyuurip.com.

Sebanyak 65 warga Brabowan yang hadir, lanjut Faishal, adalah bagian dari sekira 5.500 pelanggan PGN di Kecamatan Gayam dan Ngasem. Sebab, terdapat pelanggan PGN di Bojonegoro sekira 9.000 orang.

Salah satu peserta, Sri Bangun mengaku, lebih tenang memanfaatkan gas alam. Ia juga merasa lebih nyaman menggunakan jaringan gas (jargas) PGN. Karena tidak memerlukan regulator, dan tidak perlu lagi angkat tabung karena gas tersedia 24 jam.

“Bayarnya juga bisa dari rumah, karena pakai aplikasi PGN,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Brabowan, Adi Sucipto, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PGN Area Bojonegoro atas kegiatan yang dilangsungkan. Terutama pula karena telah menggandeng UMKM dan tenaga lokal.

“Kebetulan UMKM yang digandeng ini juga telah mendapat pelatihan,” tandasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait