SuaraBanyuurip.com – Sebanyak 95 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bojonegoro (Unigoro) resmi menyandang gelar sebagai sarjana hukum (SH). Puluhan mahasiswa Prodi Hukum menggelar Yudisium Sarjana Strata 1 (S-1) Prodi Hukum Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025 di Hall Suyitno Unigoro, Kamis (7/8/2025). Yudisium kali ini juga dihadiri oleh sejumlah stakeholders dari instansi pemerintahan dan swasta yang bekerja sama dengan Fakultas Hukum Unigoro.
Yudisium Fakultas Hukum Unigoro ditandai dengan penyerahan surat keterangan lulus (SKL) dan transkrip nilai. Kaprodi Hukum Unigoro, Gunawan Hadi Purwanto, SH., MH., mengumumkan lima nama lulusan terbaik. Melisa Putri, SH., dengan IPK 3,89; Windi Anggraini, SH., dengan IPK 3,85; serta Hanuun Salsabila, SH., Enggar Rosalinda, SH., dan Fitria Ramadhani. SH., dengan IPK masing-masing 3,83.
Dekan Fakultas Hukum Unigoro, H. Didiek Wahyu Indarta, SH., S.P-1., mengucapkan selamat kepada para mahasiswa yang telah menyelesaikan studinya dengan tepat waktu. Ia berharap, mahasiswa yang diyudisium segera mengamalkan ilmunya di tengah masyarakat.
“Yudisium hanyalah momen pengukuhan mahasiswa yang telah menuntaskan perkuliahan dan berhak menyandang gelar sarjana. Namun lebih dari itu, masyarakat juga menunggu pengabdian dan ilmu-ilmu yang didapatkan saudara saat kuliah,” harapnya.
Senada disampaikan oleh Rektor Unigoro, Dr. Tri Astuti Handayani, SH., MM., M.Hum. Nanin, sapaan akrabbya, mengaku bangga atas kerja keras mahasiswa prodi hukum yang berhasil merampungkan studi.
“Sekarang saudara sudah memasuki dunia kerja dan hidup berdampingan dengan masyarakat. Dunia kerja nanti membutuhkan orang-orang yang memiliki karakteristik disiplin, jujur, serta memiliki personality yang bagus. Ditambah kita juga harus memiliki kemampuan problem solving, critical thinking, coordinating with other, dan service orientation,’’ tuturnya.
Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro, Dr. Arief Januwarso, S.Sos., M.Si., memotivasi para lulusan untuk senantiasa mengejar mimpi dan cita-citanya. Ayik, panggilan akrabnya, mendorong mereka untuk senantiasa mengasah softskill dan hardskill sebagai bekal bersaing di dunia kerja.
“Ilmu secara akademik tidak cukup untuk bersaing dengan pencari kerja lainnya. Jangan sia-siakan kesempatan untuk upgrade softskill dan hardskill. Karena itu yang menjadi pembeda antara lulusan Unigoro dengan kampus lainnya,” jelasnya.(red)





