SuaraBanyuurip.com – Universitas Bojonegoro (Unigoro) resmi menjalin kerja sama dengan Badan Pengelola Geopark Bojonegoro, Jawa Timur. Bentuk kerja sama yang akan dilakukan dalam bidang penelitian, pengabdian masyarakat, dan edukasi geopark.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU dalam acara Gathering Kolaborasi dan Penandatanganan kerja sama Lintas Sektor Geopark Bojonegoro di Hotel Aston Bojonegoro, Rabu (7/8/2025). Unigoro turut berkontribusi dalam pengembangan Geopark Bojonegoro sebagai upaya untuk mendapatkan pengakuan UNESCO Global Geopark (UGGp).
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unigoro, Dr. Laily Agustina R., S.Si., M.Sc., menerangkan, bentuk kerja sama yang akan dilakukan dalam bidang penelitian, pengabdian masyarakat, serta edukasi geopark. Unigoro telah menggagas sejumlah kegiatan untuk menyongsong penilaian UGGp pada Juni 2026.
Laily menjelaskan, di bidang penelitian, Unigoro akan melakukan kajian yang dibutuhkan untuk mendukung eksistensi situs. Terutama yang berkaitan dengan konservasi, keanekaragaman hayati, serta kajian sosial, ekonomi dan budaya. Selain itu, riset tentang Geopark Bojonegoro akan menjadi penelitian unggulan di Universitas Bojonegoro.
“Harapannya, Unigoro memiliki basis data yang lengkap terkait segala sesuatu tentang Geopark Bojonegoro. Sehingga bisa menjadi rujukan dunia internasional,” terangnya, Kamis (7/8/2025).
Sementara itu di bidang pengabdian masyarakat, Unigoro telah mengawali dengan kegiatan kuliah kerja nyata tematik kolaboratif (KKN TK) yang mengusung misi optimalisasi geopark. Sehingga, program-program kerja yang disusun oleh 28 kelompok KKN TK Unigoro 2025 diarahkan untuk pengembangan Geopark Bojonegoro.
“Beberapa produk atau output yang dihasilkan oleh peserta KKN TK Unigoro 2025 di antaranya video promosi, buku edukasi dan folktales, katalog produk kerajinan, serta pendampingan terhadap Geo-produk. Sekaligus dukungan untuk peningkatan visibilitas di setiap situs. Baik geosite, biosite maupun culture site,” jelasnya.
Dosen Prodi Ilmu Lingkungan Unigoro ini mengungkapkan, dalam waktu dekat ini Unigoro akan membangun Pojok Geopark di lingkungan kampus. Sebagai komitmen kontribusi di bidang edukasi.
“Unigoro akan menjadi kampus pertama dan satu-satunya yang memiliki Pojok Geopark. Di dalamnya akan di-display hasil riset dan produk output KKN TK Unigoro 2025 yang berkaitan dengan Geopark Bojonegoro,” tandas Laily.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah sebelumnya menyampaikan, penandatangan kerja sama multi pihak ini dilatarbelakangi oleh karena Geopark Bojonegoro telah menjadi identitas. Sehingga keberadaannya perlu dijaga dan dikembangkan banyak pihak secara bersama-sama. Bersinergi dan berkolaborasi.
“Acara ini sangat penting karena sebagai upaya peningkatan status Geopark, yang saat ini berada dalam tahapan menuju UGGp, yang menjadi kebanggaan kita,” kata Nurul.(red)





