Kunjungi Bocah di Bojonegoro 2 Tahun Tunggu Operasi, Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni Siap Mengawal

Wakil Ketua IV DPRD Provinsi Jatim, Sri Wahyuni
Wakil Ketua IV DPRD Provinsi Jatim, Sri Wahyuni (kanan) didampingi Kades Tapelan, Kecamatan Kapas, Tri Iriantono siap mengawal tahapan operasi Nazril Izzan Khoirulloh (tengah) di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Wakil Ketua IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur, Sri Wahyuni mengunjungi bocah penderita kelainan bawaan sejak lahir di Desa Tapelan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (12/8/2025).

Perempuan yang memiliki latar belakang bidang kesehatan sebelum terjun ke dunia politik itu datang melihat langsung kondisi Nazril Izzan Khoirulloh, bocah laki-laki berusia 2 tahun lima bulan yang mengalami “Atresia Ani”, yakni lahir tanpa anus.

Sri Wahyuni melakukan lawatannya didampingi Kepala Desa (Kades) Tapelan Tri Iriantono, dan Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kapas, dr. Sulistyanto.

Politikus Partai Demokrat ini mengaku, prihatin mendengar kabar bahwa ada pasangan suami istri yang sedih menunggu kepastian kabar operasi anaknya dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) selama dua tahun lamanya.

“Saya mendapat kabar dari kawan jurnalis, kalau ada warga di Dapil saya, yaitu Desa Tapelan, Kapas, sedang sakit dan nunggu jadwal operasi sampai dua tahun lebih belum dipanggil,” kata Sri Wahyuni kepada Suarabanyuurip.com, dalam wawancara cegat usai berbincang dengan orang tua pasien.

Setelah kabar itu ia terima, Yuni lalu melakukan konfirmasi kepada Juli Astutik, ibunda Nazril yang sedang sakit melalui nomor telepon yang didapat. Ia lalu menggali informasi ihwal kendala dan alasan apa saja yang dialami hingga harus menunggu sekian lama.

“Satu minggu lalu kabar itu saya terima, kemudian cerita dari keluarga pasien ini saya forward (teruskan) ke RSUD Dr. Soetomo, ke Prof. Cita (Dirut RSUD Dr. Soetomo, Prof. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, red.), akhirnya ditindaklanjuti,” ujarnya.

Sejatinya, informasi yang diteruskan oleh wakil rakyat mantan perawat kesehatan ini ditindaklanjuti untuk dianjurkan kontrol ke Surabaya pada Jumat 8 Agustus 2025. Namun nomor telepon pasien tidak dapat dihubungi oleh pihak rumah sakit.

Baca Juga :   Pengabdian Perawat 25 Tahun, Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni Raih Penghargaan

Yuni kemudian memberikan nomor pasien. Pararel ia juga menghubungi keluarga Nazril untuk melakukan kontrol ke RSUD Dr. Soetomo pada Senin (11/8/2025). Hasilnya Nazril mendapat pemeriksaan lengkap untuk persiapan operasi.

“Karena ini memang kasus sulit, jadi kelainan bawaan, operasinya memang harus bertahap, tidak bisa serta merta, ini operasi mau yang ke empat, berat badannya juga perlu distabilkan dulu, insyaallah bulan September direncanakan operasi untuk saluran kencingnya itu,” imbuhnya.

“Insyallah saya siap mengawal, untuk pasien agar segera mendapat tindakan operasi saluran kencingnya itu, kalau masih harus nunggu-nunggu kan RSUD Dr. Soetemo harus menyampaikan alasannya apa kendalanya apa,” tegas adik kandung anggota DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto ini.

Sementara orang tua pasien Nazril Izzan Khoirulloh, Juli Astutik mengaku gembira dan berterima kasih mendapat kunjungan dari Sri Wahyuni. Ia berharap mendapat kepastian tindakan medis kepada buah hatinya nomor dua ini setelah menunggu kabar selama dua tahun.

“Setelah kontrol kemarin saya diminta nunggu jadwal operasi besok tanggal 10 September 2025, mudah-mudahan tidak ada kendala, karena kan ada operasi lagi selanjutnya,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Kades Tapelan, Tri Iriantono memastikan Mobil Siaga Desa siap mengantarkan Nazril yang sedang sakit untuk menjalani proses kesembuhan. Sebelumnya ia menyebutkan, bahwa Mobil Siaga Desa Tapelan telah mengantar sebanyak delapan kali pasien atas nama Nazril tersebut.

“Diantarkan Mobil Siaga ini tidak perlu membayar, karena sudah ada anggarannya di desa, ke depan siap mengantar ke Surabaya,” ungkap Mbah Ton, sapaan akrabnya.

“Bagus, saya apresiasi sekali atas kepedulian, dan perhatian dari Bu Sri Wahyuni, DPRD Jawa Timur, serta perhatian Pemerintah Desa Tapelan, sinkron semua,” sambung Kepala Puskesmas Kapas, dr. Sulistyanto.

Baca Juga :   RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Gelar Seminar CAPD Terapi Alternatif Gagal Ginjal

Diwartakan sebelumnya, pasangan suami istri Moch. Siswanto (40) dan Juli Astutik (30) asal Desa Tapelan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, harus menahan kesedihan setiap hari atas penderitaan buah hatinya yang ke dua, Nazril Izzan Khoirulloh. Pasalnya, putra laki-lakinya itu mengalami kelainan berupa “Atresia Ani”.

Kelainan Atresia Ani sejak lahir ini menyebabkan Nazril, yang kini berusia 2 tahun 5 bulan, dahulunya harus dibuatkan anus. Sebab ia lahir tanpa anus. Nazril sebelumnya ditangani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatikoesomo Bojonegoro, yang kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Operasi pertama kepada Nazril dilakukan pada saat berumur dua hari di RSUD Sosodoro. Setelah itu berlanjut operasi di Kediri pada usia tiga bulan untuk pembuatan anus. Tetapi setelah operasi ini Nazril tidak dapat mengeluarkan air seni. Pascapenanganan medis terakhir, menunggu hingga dua tahun kini belum ada panggilan untuk operasi.

“Pascaoperasi pembuatan anus, ganti pipisnya gak keluar, bisa keluar harus pakai selang kateter, kalau selangnya lepas gak bisa pipis, anaknya nangis kesakitan. Ini dialami sejak Nazril umur 3 bulan sampai sekarang,” kata Juli Astutik kepada Suarabanyuurip.com, ditemui di rumahnya, Sabtu (9/8/2025).

Juli menjelaskan, apabila selang kateter tersebut lepas, dalam satu hari saluran kencing Nazril mampet. Untuk itu Nazril harus dioperasi lagi. Terhitung total sudah enam kali operasi harus dialami. Namun kemudian, hingga hari ini belum mendapat panggilan untuk operasi.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait