Program Biru Langit JTB, PEPC dan IDFoS Indonesia Panen Raya Pertanian Holtikultura di Ngasem Bojonegoro

PEPC dan IDFoS Indonesia panen raya semangka.
ANTUSIAS : Tim PEPC Zona 12 bersama Forkopimca Ngasem, Pemdes Ngasem, jajaran Perhutani, dan IDFoS Indonesia serta pihak terkait foto bersama usai kegiatan panen raya pertanian holtikultura di kawasan hutan BKPH Clangap, KPH Bojonegoro turut Dusun Besaran, Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

SuaraBanyuurip.com – Sami’an Sasongko

Bojonegoro – Pengelola ladang gas Jambaran-Tiung Biru (JTB), Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 bersama IDFoS Indonesia dan terkait melaksanakan panen raya pertanian holtikultura dalam program Biru Langit Jambaran Tiung Biru melalui agrosilvopastura di kawasan hutan BKPH Clangap, KPH Bojonegoro turut Dusun Besaran, Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (22/08/2025).

Hadir dalam kegiatan yang diprakarsai PEPC Zona 12 ini, Manajer Comm. Relations & CID PT Pertamina EP Cepu, Rahmat Drajat dan jajaran, Camat Ngasem Iwan Sopian, Asisten Perhutani (Asper) Lugianto dan Mantri Hutan BKPH Clangap, Kades Ngasem Suhartono, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bojonegoro, LMDH, Forkopimca Ngasem serta terkait lainnya.

“Kami sangat bersyukur atas keberhasilan panen raya semangka di Kawasan Perhutani, Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur, pada 21 Agustus 2025,” kata Manajer Comm. Relations & CID PT PEPC, Rahmat Drajat kepada Suarabanyuurip.com di sela-sela kegiatan.

Dalam kegiatan ini, lanjut Rahmat Drajat, menghasilkan sekira 5 ton semangka dan memberikan tambahan pendapatan sebesar kurang lebih Rp30 juta bagi kelompok petani hutan. Ini merupakan bagian dari Program Biru Langit Jambaran Tiung Biru melalui pendekatan agrosilvopastura yang dijalankan PEPC Zona 12.

“Keberhasilan ini menunjukkan kolaborasi nyata antara upaya peningkatan ekonomi petani penggarap lahan hutan dan pengembalian fungsi lahan hutan. Sinergi ini menciptakan harmoni antara operasi perusahaan, masyarakat, dan lingkungan sekitar, sejalan dengan amanat pemerintah untuk menyediakan energi bagi negara,” ujarnya.

Baca Juga :   Mahasiswa UNPROK 45 Kunjungi Laboratorium PPSDM Migas

“Program Biru Langit Jambaran Tiung Biru mencerminkan komitmen berkelanjutan PEPC Zona 12 dalam menjalankan operasional yang bertanggung jawab, berwawasan lingkungan, dan bersinergi dengan masyarakat untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan,” tandasnya.

Direktur IDFoS Indonesia, Joko Hadi Purnomo.
Direktur IDFoS Indonesia, Joko Hadi Purnomo, menunjukkan ternak kambing program Biru Langit Jambaran Tiung Biru.

Di tempat yang sama, Direktur IDFoS Indonesia, Joko Hadi Purnomo mengatakan, bahwa luas lahan Perhutani yang digunakan dalam program ini total seluas kurang lebih 22 hektar (Ha). Sedangkan yang dibuat agrosilvopastura seluas sekira 11 ha.

“Prosesnya cukup lama kurang lebih 5 tahun merehabilitasi kawasan hutan karena tanahnya yang minim unsur hara. Alhamdulillah sekarang sudah mulai ada hasilnya. Mulai dari tanaman semangka, jagung dan lainnya,” katanya.

Dalam kegiatan ini juga melibatkan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Ngasem Barokah dan Koperasi Ngasem Maju Sejahtera. Selain mengelola tanaman pertanian juga peternakan domba, dan tanaman hutan.

“Alhamdulillah sekarang sudah ada 60 ekor kambing dan sudah panen semangka. Harapanya ke depan petani mendapat hasil dari pertanian untuk meningkatkan ekonomi, sekaligus kawasan hutannya pulih. Dan program ini didukung oleh PEPC Zona 12 dan SKK Migas, serta IDFoS Indonesia sebagai pendamping programnya,” imbuhnya.

Baca Juga :   Balita 3 Tahun yang Hilang Ditemukan Meninggal Dunia
Panen raya pertanian holtikultura
PANEN RAYA : Tim PEPC Zona 12 bersama Forkopimca Ngasem, Pemdes Ngasem, Perhutani, LMDH serta pihak sedang petik semangka program Biru Langit Jambaran Tiung Biru kawasan hutan BKPH Clangap, KPH Bojonegoro turut Dusun Besaran, Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Kepala Desa (Kades) Ngasem, Suhartono berharap, seluruh anggota LMDH Ngasem Barokah dan Koperasi Ngasem Maju Sejahtera yang terlibat agar bekerja keras dalam pengelolaannya dengan baik. Mengikuti petunjuk dan arahan dari pendamping program dan tim PEPC Zona 12 bekerja sama dengan Perhutani.

Perhutani menyediakan lahan di petak 52-A1 yang dulunya lahan kerdil atau kurang produktif dikelola selama 5 tahun kini sudah mulai menjadi subur. Sehingga dapat ditanami jagung, semangka dan tanaman lainnya tumbuh baik.

“Dengan diolah baik lahan menjadi subur, tentu bisa mengangkat citra LMDH dan meningkatkan ekonomi masyarakat sehingga menjadi bahagia makmur dan membangkan sesuai dengan slogan Pak Bupati Wahono dan Ibu Wakil Bupati (Wabup) Nurul Azizah,” imbuhnya.

“Mulai awal kami sangat mendukung program agrosilvopastura ini karena bukan semata untuk pertanian saja tapi juga hutan, ternak. Jadi harus berjalan seiring bersama. Saat ini minimal sudah bisa dibuktikan. Dari sisi pertanian dan ternak sudah bisa dirasakan untuk peningkatan ekonomi. Sehingga bisa mewujudkan harapan dari masyarakat dan perhutani,” sambung Asper Kepala BKPH Clangap, Lugianto.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait