SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Musim kemarau tahun ini beberapa wilayah di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terlanda kekeringan. Guna mengatasi hal ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mulai melakukan dropping air bersih.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi mengatakan, telah menerima laporan adanya beberapa desa mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kendati, secara iklim tahun ini terjadi anomali, yakni kemarau basah.
“Kami sudah mengirimkan beberapa tangki air bersih ke masing-masing desa yang mengajukan bantuan,” kata Heru Wicaksi kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (6/9/2025).
Dijelaskan, bahwa ada enam desa yang telah meminta bantuan air bersih antara lain, Desa Karangdinoyo, Kecamatan Sumberrejo, Desa Siwalan, Kecamatan Sugihwaras, Desa Bobol, Kecamatan Sekar, Desa Papringan, Kecamatan Temayang, Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo.
“Dan ada satuan pendidikan yaitu SMAN Kepohbaru,” jelasnya.
BPBD Bojonegoro sendiri telah menyiapkan 1.248 tangki air dengan kapasitas 5.000 liter untuk mengatasi terjadinya kekeringan di puncak kemarau musim ini.
“Termasuk telah memetakan sebanyak 86 desa di 12 kecamatan di Bojonegoro yang rawan kekeringan,” tandasnya
Jumlah desa yang mengalami kekeringan ini bertambah. Sebelumnya bencana musiman berdampak di dua desa, yakni di Desa Siwalan, Kecamatan Sugihwaran, dan Desa Karangdinoyo, Kecamatan Sumberrejo.
“Air bersih telah disalurkan. Setiap desa menerima bantuan 1 tangki air bersih dan 2 terpal,” katanya, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (3/9/2025) kemarin.(fin)





